Almost, Always

Almost, Always

  • WpView
    Reads 420
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 23, 2025
Nara pernah percaya bahwa waktu bisa menyembuhkan segalanya. Bahwa dengan pergi, dengan membangun hidup baru di Shanghai, ia bisa melupakan luka yang pernah ia tinggalkan di Tanah Air saat dia kembali. Tapi kepulangan Nara ternyata mengundang kejutan. Kejutan yang membawa lebih dari sekadar nostalgia, ia membawa pertanyaan dan membawa pernyataan yang selama ini dihindari. Raya tak pernah menyangka, keputusannya untuk pindah kerja membawanya pada orang yang dulu pernah sangat dikenalnya. His white moonlight, his first ever love. Di antara kenangan lama, kesalahan yang tidak bisa diubah, dan harapan yang masih tersisa, mereka akhirnya harus bertanya pada diri mereka sendiri: masih adakah tempat bagi mereka untuk memulai lagi? Mereka tahu bagaimana rasanya kehilangan. Raya kehilangan Nara karena pilihannya sendiri. Nara kehilangan Raya karena kesalahannya sendiri. Dan ketika mereka kembali bertemu, tidak ada yang benar-benar siap untuk menghadapi kebenaran yang tersisa. - cerita ini juga diposting di KaryaKarsa di akun @vanilawrites
All Rights Reserved
#756
officeromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEMESTA TAK MERESTUI
  • Ex or New? [REVISI]
  • Temporary Effect
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Traces in the Light
  • " To Love ,To Lose "

Nura Silviani tidak pernah membayangkan bahwa cinta yang tumbuh perlahan bisa hancur secepat itu. Arka datang sebagai angin tenang yang menghapus luka-luka lama, lalu berubah menjadi badai yang meluluhlantakkan semuanya. Mereka pernah saling percaya. Pernah saling membayangkan masa depan. Namun, kehidupan tak berjalan seindah rencana. Cinta diuji, luka disimpan, dan akhirnya-perpisahan menjadi akhir yang tak bisa dihindari. Saat Nura mencoba bertahan, Arka memilih melepaskan. Saat Nura menunggu di tengah gerimis, Arka menghilang dalam kabut diam. Semesta seperti tak ingin mereka bersama, meski hati masih saling menatap dari kejauhan. Dan bahkan setelah bertahun-tahun berlalu, perasaan itu tetap ada, tinggal di ruang paling sunyi dalam hati Nura. "Aku mencintaimu, bahkan saat semesta tak merestui."

More details
WpActionLinkContent Guidelines