We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Almost, Always

Almost, Always

  • WpView
    Reads 425
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 23, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Nara pernah percaya bahwa waktu bisa menyembuhkan segalanya. Bahwa dengan pergi, dengan membangun hidup baru di Shanghai, ia bisa melupakan luka yang pernah ia tinggalkan di Tanah Air saat dia kembali. Tapi kepulangan Nara ternyata mengundang kejutan. Kejutan yang membawa lebih dari sekadar nostalgia, ia membawa pertanyaan dan membawa pernyataan yang selama ini dihindari. Raya tak pernah menyangka, keputusannya untuk pindah kerja membawanya pada orang yang dulu pernah sangat dikenalnya. His white moonlight, his first ever love. Di antara kenangan lama, kesalahan yang tidak bisa diubah, dan harapan yang masih tersisa, mereka akhirnya harus bertanya pada diri mereka sendiri: masih adakah tempat bagi mereka untuk memulai lagi? Mereka tahu bagaimana rasanya kehilangan. Raya kehilangan Nara karena pilihannya sendiri. Nara kehilangan Raya karena kesalahannya sendiri. Dan ketika mereka kembali bertemu, tidak ada yang benar-benar siap untuk menghadapi kebenaran yang tersisa. - cerita ini juga diposting di KaryaKarsa di akun @vanilawrites
All Rights Reserved
#379
officeromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kapal Tanpa Nakhoda | Selesai
  • Promise
  • Rindu yang berjarak
  • Temporary Effect
  • [END] When the Stars are Tired
  • Ex or New? [REVISI]

Mengemudikan kapal ternyata sangat susah, jika tidak ada nakhoda. *** Berawal dari sebuah tragedi kecelakaan, Sara harus berpisah dengan laki-laki yang dia cintai. Memori indah yang telah lama diukir bersama, hilang dalam sekejap lalu digantikan dengan banyak kepalsuan. Sara harus menyingkirkan sejenak, demi menjaga ikatan. Bersama tiga buah hatinya, dia berkelana di dalam kehidupan yang tak ubahnya seperti lautan penuh ombak. Rintangan, sakit dan tangis, semua dilalui bersama sambil menunggu kebahagiaannya datang kembali. Akankah bisa datang kembali? Atau ... hanya tinggal memori? ©Melinbe ©2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines