Almost, Always

Almost, Always

  • WpView
    Reads 423
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 23, 2025
Nara pernah percaya bahwa waktu bisa menyembuhkan segalanya. Bahwa dengan pergi, dengan membangun hidup baru di Shanghai, ia bisa melupakan luka yang pernah ia tinggalkan di Tanah Air saat dia kembali. Tapi kepulangan Nara ternyata mengundang kejutan. Kejutan yang membawa lebih dari sekadar nostalgia, ia membawa pertanyaan dan membawa pernyataan yang selama ini dihindari. Raya tak pernah menyangka, keputusannya untuk pindah kerja membawanya pada orang yang dulu pernah sangat dikenalnya. His white moonlight, his first ever love. Di antara kenangan lama, kesalahan yang tidak bisa diubah, dan harapan yang masih tersisa, mereka akhirnya harus bertanya pada diri mereka sendiri: masih adakah tempat bagi mereka untuk memulai lagi? Mereka tahu bagaimana rasanya kehilangan. Raya kehilangan Nara karena pilihannya sendiri. Nara kehilangan Raya karena kesalahannya sendiri. Dan ketika mereka kembali bertemu, tidak ada yang benar-benar siap untuk menghadapi kebenaran yang tersisa. - cerita ini juga diposting di KaryaKarsa di akun @vanilawrites
All Rights Reserved
#183
secondchance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Traces in the Light
  • Kapal Tanpa Nakhoda | Selesai
  • SEMESTA TAK MERESTUI
  • Temporary Effect
  • [END] When the Stars are Tired
  • Aruna Tempat Kita Kembali

Traces in the Light Sebuah kisah tentang kehilangan, pengorbanan, dan harapan. Sudah tiga tahun sejak Nandika dan Raya berjalan ke arah yang berbeda. Bukan karena cinta mereka telah padam, tapi karena saat bersama, mereka justru saling melukai. Kini, Nandika mencoba menata hidupnya kembali. Ia memutuskan pergi ke sebuah tempat yang damai dan menenangkan untuk berlibur beberapa bulan,berharap bisa berdamai dengan semua kenangan yang belum juga usai. Namun, di tempat sunyi itu... Sebuah pertemuan tak terduga mengusik luka lama yang belum benar-benar sembuh. Di kejauhan, ia melihat seseorang yang sangat ia kenal-seseorang yang pernah mengisi harinya dengan cinta dan luka. Tapi ketika ia hendak memastikan, sosok itu lebih dulu pergi... meninggalkan pertanyaan menggantung di dadanya: "Apakah itu benar Raya... atau hanya bayangan dari rindu yang belum selesai?" Sementara itu, Raya hidup dengan ingatan yang tak lagi utuh. Ia mencoba menjalani hari demi hari, ditemani seseorang yang mencintainya tanpa syarat-yang selalu ada, bahkan saat Raya tak lagi tahu siapa dirinya dahulu. Dan di tengah terang yang samar, dua hati yang pernah saling menggenggam kini berjalan di garis yang nyaris bersinggungan. Apakah cinta yang pernah begitu kuat bisa menembus gelapnya ingatan? Atau justru... Takdir telah menyiapkan akhir yang lebih sunyi dari perpisahan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines