Words I Could Not Say

Words I Could Not Say

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 29, 2025
Di dunia yang penuh suara, dia memilih diam. Di dunia yang penuh tatapan, dia memilih tidak menoleh. Arka , mahasiswa psikologi yang dikenal cuek dan tak peduli, bertemu kembali dengan satu-satunya teman yang pernah mengubah hidupnya - Naya, gadis bisu yang menari dalam dunia penuh warna. Tapi di antara bisikan orang-orang dan hiruk-pikuk dunia, masihkah mereka bisa menemukan satu sama lain? Ketika suara gagal menjembatani hati, akankah tindakan sederhana mengungkap kata-kata yang tak pernah terucap?
(CC) Attribution-ShareAlike
#418
haru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Tawa dan Tragedi (REVISI!)
  • This Feeling In Love
  • Trust
  • Sepotong Kata yang Tak Selesai
  • Cara Bahagia
  • MR.MINISTER, ANYEONG!

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia Alesya, gadis dengan senyum selebar cakrawala, tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur."

More details
WpActionLinkContent Guidelines