We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
I Found My Home

I Found My Home

  • WpView
    Reads 221
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 15, 2025
WpInfo
Fanfic
[TeeteePor Fanfiction] Satu tahun. Hari itu, Por mengetahui fakta bahwa hidupnya tinggal satu tahun lagi. Namun, ia hanya diam, seolah kabar yang baru saja didengarnya bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Dua tahun ia berjuang melawan sesak di setiap tarikan napas. Dua tahun ia hidup di tengah rumah yang dipenuhi teriakan dan pecahan amarah. Dua tahun pula ia menahan caci-maki mereka yang memandangnya rendah. Por pikir, kematian bukanlah sesuatu yang buruk. Mungkin dengan begitu, akhirnya ia bisa beristirahat. Namun, nampaknya takdir sangat suka mempermainkannya. Seorang murid baru melangkah masuk ke hidupnya, tersenyum lebar ke arah Por seolah dunia tidak pernah sekejam itu. Namanya Teetee-pemuda dengan senyum secerah mentari yang perlahan meruntuhkan dinding pertahanan yang Por bangun selama bertahun-tahun. Teetee menggandeng tangannya, mengenalkan Por pada dunia yang belum pernah benar-benar ia lihat, memotretnya saat tertidur, dan tetap tinggal bahkan ketika batuk itu tak kunjung berhenti. Dan untuk pertama kali dalam hidupnya, Por ingin bertahan lebih lama. Walau hanya satu tahun, tapi Por ingin berjuang. Demi dirinya. Demi Teetee. Dan demi rumah yang akhirnya berhasil ia temukan.
All Rights Reserved
#7
net
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Given || Ju Jihoon
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • Second
  • I Want to Live [END]
  • The King & The Doctor
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines