The Devil

The Devil

  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 9, 2025
Keisha merupakan murid baru SMA jaya bangsa, ia pindah dari sekolah lamanya karena sang ayah ada penempatan pekerjaan di daerah tersebut, Keisha selalu bersikap ramah dengan teman teman barunya, tetapi ia tidak pernah di hargai dan selalu di sepelekan, dirinya selalu di buli karena di anggap sebagai saingan di kelas nya mengingat Keisha merupakan murid pintar dan berprestasi. pada suatu hari Keisha di buli habis-habisan oleh circle B di toilet sekolah hingga Keisha menghembuskan nafas terakhirnya, circle B menyembunyikan mayat Keisha tepat di belakang toilet sekolah dan circle B berusaha menutupi jejak pembullyan tersebut. 3 hari setelah kejadian itu circle B dan teman 1 kelasnya di teror oleh gangguan-gangguan yang tidak kasat mata dengan rentang waktu hampir 1 bulan. dan pada akhirnya circle B mengakui perbuatan jahatnya yang telah membully sekaligus menyembunyikan mayat Keisha di belakang toilet.
All Rights Reserved
#520
anaksma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • DANADYAKSA
  • Daniel Owns Me
  • Dari Nadya Menjadi Salsa Bersama Aidyn
  • Undercover
  • Kutukan Tumbal
  • Eramnesia
  • AKSELIO (TERSEDIA DI KARYAKARSA)
  • Anya

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines