[Daily Life] Gelar master yang telah didapat oleh gadis desa ternyata tidak cukup untuk membungkam mulut-mulut jahat tetangga. Entah sejak kapan stigma perawan tua lebih menjadi aib dibandingkan dengan perempuan yang hamil duluan.
Hidup memang tiada habisnya. Dulu, setelah lulus sarjana, Rahayu dituntut untuk segera mendapat pekerjaan. Setelah mendapat pekerjaan, Rahayu dituntut untuk memperbaharui ilmu dengan melanjutkan studi master, setelah gelar tersebut didapat perempuan itu pikir memiliki waktu untuk bernafas seraya menata masa depan seperti yang ia impikan, yaitu pergi ke kota, bekerja dan tinggal disana.
Sang ibu yang ingin putri satu-satunya tetap tinggal di desa membuat impian Rahayu pupus begitu saja ketika duda anak satu itu kembali melamarnya untuk yang ketiga kalinya. Hal tersebut bagaikan durian runtuh bagi sang ibu untuk memenjarkan Rahayu di tempat kelahiranya.