Tumbuh Lebih Baik | NOMIN |

Tumbuh Lebih Baik | NOMIN |

  • WpView
    Reads 1,391
  • WpVote
    Votes 134
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 15, 2025
Di dunia yang penuh luka, Arshaka Jeano Adhiyaksa hanya punya satu alasan untuk tetap bertahan: Jaevar Noel Maheswara, adik satu-satunya. Sejak kecil, Noel telah kehilangan banyak hal-pendengaran, keceriaan, bahkan suara dunianya sendiri. Dan Shaka, di usia muda, harus bekerja, berjuang, dan berpura-pura tegar. Ia tahu, cinta kadang berarti membiarkan seseorang jatuh. Ia memilih menjadi orang yang didengar Noel dengan kemarahan, bukan air mata. Bukan karena ia berhenti mencintai-tapi karena ia ingin Noel belajar berdiri sendiri, saat Shaka tak bisa lagi menahan dunia yang kejam. Pada akhirnya, luka itu bukan bukti Shaka tak peduli. Luka itu adalah bentuk cinta yang diam-diam menguatkan. • Arshaka Jeano Adhiyaksa as Lee Jeno • Jaevar Noel Maheswara as Na Jaemin Murni karangan author sendiri!! di larang menjiplak!!! Mungkin akan ada beberapa kekerasan di cerita ini, jadi bagi yang tidak suka tolong jangan salah lapak.
All Rights Reserved
#247
tuli
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • A Mistake
  • ruang harapan
  • Second chance | Jenric AU
  • DREAM HOUSE
  • Love and Hate
  • 7My Brother Mafia||Bangtan [Sudah Di Revisi]
  • ARSHAKA DAN DUNIANYA || COMPLETE

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines