Nouva Alba

Nouva Alba

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 1, 2026
"Menaruh kepercayaan terlalu besar kepada manusia adalah seni sederhana yang membuat diri sendiri terluka" Setiap manusia pasti pernah menaruh kepercayaan mereka pada seseorang yang begitu berarti dalam hidup mereka, mempercayakannya dengan penuh keyakinan dan sepenuh hati. Namun, sebagian dari mereka tak beruntung karena kepercayaan itu dipatahkan begitu saja pada sosok yang sebelumnya sangat kita percayai. Bagaimana rasanya? sakit bukan? apakah rasa itu terasa begitu sakit sampai membuatmu seperti mati rasa? termangu dan bertanya tanya apa kesalahan yang telah dilakukan sampai harus merasakan rasa yang begitu menyakitkan tanpa adanya segores luka pun, bahkan tanpa setetes darah pun keluar dari dalam tubuh. Dan semua itu dialami oleh Nara, sosok perempuan yang dalam sikap tenangnya menyimpan sisi ceria yang hanya diperlihatkan pada sosok yang ia percayai. Tanpa ia sadari, ia ternyata menggenggam sebuah gelas yang telah retak, yang tanpa disadari menyakiti tangannya sendiri.
All Rights Reserved
#343
galau
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejenak Luka
  • JATUH RAPUH
  • Naura & Lukanya
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • Selaksa Sendu
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • TRAUMA
  • hati yang tak pernah di pilih [END]

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Naraka tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Naraka tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Naraka menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Naraka di hidup mereka. Karena Naraka cacat. Penuh cela. Naraka dibenci. Naraka disiksa. Naraka ditinggal. Naraka tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Naraka bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines