The Boy Next Door!

The Boy Next Door!

  • WpView
    Membaca 272
  • WpVote
    Vote 41
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mei 7, 2025
Punya tetangga baru rasanya biasa aja... sampai ternyata tetangga itu blasteran Jerman, punya senyum maut, dan-oh, bonusnya-gantengnya nggak kira-kira. Sebagai manusia normal, aku cuma mau hidup biasa saja. Tapi gimana caranya damai kalau tiap ketemu Jean, jantungku kerja lembur? Aku mau berharap lebih, tapi sadar diri: cowok seganteng itu, masa iya nggak punya pacar? Tiap kali lihat dia, otakku teriak, "Milly, tahan! Santai aja kalo ada dia!" Tapi sayangnya, takdir dan insiden insiden kecil kayaknya nggak mengizinkan aku tetap waras. Aku, dia, dan warung tempat kami berbincang.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#40
maki
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Hey, He's Not Your God
  • [BOYS LOVE] Be My Special Lecture
  • [BL]The Last Place (on Going)
  • Dari Jendela Sebelah
  • Cinta Berbentuk Persegi [END]
  • JATUH GAK CUMAN SEKALI
  • Rewrite The Star || NCT WISH {END}
  • [JV] : YOU [Selesai]

season II of hsnab, pls read that first:) ________________ [2] Menapakkan kembali kakinya di Bumi, Jennie berasa hampir menjadi alien yang berkunjung ke Planet Tetangga, walaupun padahal perjalanan dia saat di Konstelasi Semesta hampir mirip My Trip My Adventure. Tidak ada langit buatan, tidak ada hewan kepala segitiga, tidak ada hewan berlidah meliuk-liuk, tidak ada kadal berlendir, tidak ada portal, tidak ada sihir. Pokoknya, Nona Tawanan sudah kembali seperti semula. Memulai hidupnya yang jauh dari kata 'tidak nyaman', memiliki teman banyak, mendapat nilai tinggi agar mudah masuk perusahaan keren, (katanya sih dia mau jadi sekertaris nya C.E.O). Mimpi hidup yang sudah hampir matang, bukan? Masalahnya. Di awal Ia interview pekerjaan, Jennie berpikir... apakah Dewa Amúsia sedang prank? kok C.E.O nya Baginda sih?! "H-halo Yang Mul- Sir! Sir! maksud saya Sir Jung!" "Ya?" Aneh. Nona Mantan Tawanan itu yakin Baginda Gezos. "Anda ini mirip orang yang pernah nolak saya lho, Sir" "Oh ya? siapa?" "Yang Mulia sok keren yang Impoten" Jadi, entah bagaimana. List impian itu hancur berkeping-keping. Tetapi menurut Jennie selama itu adalah Raja nya maka tidak apa-apa. Namun apakah semuanya benar-benar seperti dulu? Dimana Maha Agung Gezos masih suka dengus-dengus geli kalau Tawanannya banyak tingkah? Dimana Jennie masih suka bertanya soal menikah, masih suka minta peluk-peluk? Bisa jadi tidak bisa jadi iya, kan ini sudah tiga tahun. © bricolaime, 2021

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan