Raina dengan kisahnya

Raina dengan kisahnya

  • WpView
    LECTURES 21
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., avr. 28, 2025
Aluna Selva Raina, seorang gadis ceria namun menyimpan ketakutan besar terhadap laki-laki, menjalani hari-harinya dengan penuh warna. Ia hanya berani berinteraksi dengan teman-teman perempuan, sementara terhadap laki-laki ia selalu menjaga jarak. Namun tanpa sengaja hatinya terjatuh pada sosok laki-laki berwajah garang namun hatinya sangat lembut. Perlahan-lahan ketakutannya terhadap laki-laki sirna. Namun juga menambah ketakutannya terhadap kehilangan. Yuan Satria Yutha, seseorang yang membuat Raina menyadari bahwa semua laki-laki tak sama. Mereka juga mempunyai sisi lemah mereka. Tidak hanya seseorang yang gagah terlihat di luar. Cerita ini akan membawa pembaca menyusuri kisah sederhana namun penuh dinamika remaja: tentang rasa takut, pertemanan, hingga benih-benih perasaan yang tumbuh diam-diam.
Tous Droits Réservés
#2
pensivol19
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Yang Amerta di Dalam Aksara (HIATUS)
  • Laura Dan Leo
  • Jangan Bermain Cinta dengan Mapala
  • Kepada Langit [Terbit]
  • Aneyra -after meet you
  • (END) HAL-HAL MANIS YANG TAK PERLU KITA ULANGI
  • Elegi Rasa : Pergi

Kiran, seorang penulis muda yang jiwanya terperangkap dalam labirin kenangan. Dua tahun setelah kepergian Samudera, kekasihnya, dalam sebuah kecelakaan tragis, Kiran tak lagi menulis untuk dunia, melainkan hanya untuk satu pembaca; Samudera sendiri. Ia memahat setiap tawa, setiap tatapan, ke dalam aksara-aksara yang tak pernah ia terbitkan, menciptakan sebuah 'amerta'─keabadian─pribadi di mana samudera tak pernah benar-benar mati. Buku-buku usang, pena yang setia, dan aroma tinta adalah saksi bisu ritual nya, mengubah kamar menjadi sebuah tempat bagi masalalu. Namun, pengabdiannya pada kenangan mulai menggerogoti kehidupannya yang sekarang. Keluarga Kiran resah, teman-teman nya perlahan mulai menjauh, dan dunia menyusut menjadi sempit, hanya berputar pada poros Samudera. Ia seperti hantu yang melayang di antara baris-baris kalimatnya sendiri, menolak untuk bergerak maju. Hingga suatu hari, sebuah undangan pameran kaligrafi yang mulanya ia abaikan, secara tak terduga mempertemukannya dengan Arjuna, seorang seniman kaligrafi misterius dengan mata sekelam tinta cina dan tangan yang seolah menari di atas kertas. Arjuna, dengan caranya sendiri yang unik, tampak mampu menembus lapisan-lapisan aksara yang Kiran tulis, bukan sekedar membaca kata, melainkan merasakan emosi dan memori di baliknya. Interaksi mereka, yang mulanya canggung dan penuh resistensi dari Kiran, perlahan membuka celah pada benteng kesendirian yang ia bangun. Arjuna bukan pengganti Samudera, melainkan sebuah cermin yang memaksa Kiran melihat bahwa 'amerta' sejati bukanlah sebuah penjara kenangan, melainkan kemampuan untuk membiarkan kenangan hidup di dalam hati, tanpa harus menghentikan denyut kehidupan. Kiran harus menghadapi pertarungan terbesarnya; melepaskan genggaman pada masalalu yang abadi dalam aksara, demi merangkul masa kini yang menjanjikan 'amerta' dalam bentuk lain─kehidupan itu sendiri, dengan segala luka dan kemungkinan indahnya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu