Sebuah foto bisa menangkap momen. Tapi bisakah ia menyimpan perasaan? Lucas Owens, seorang fotografer yang hidup dalam logika dan lensa, tak sengaja bertemu Nova Viviene di sebuah pernikahan. Pertemuan itu singkat-hanya sekejap tatap, seulas senyum, dan sebuah nomor ponsel yang bertukar tangan. Tapi seperti jepretan kamera instan, momen itu terekam dan tak mudah luntur. Hubungan mereka tumbuh perlahan, lalu diuji oleh jarak, waktu, dan kenyataan. Di antara layar ponsel yang semakin sunyi dan hati yang semakin ragu, mereka belajar bahwa cinta tidak selalu tentang memiliki, tapi juga tentang mengikhlaskan. Ditulis dengan gaya bahasa yang memadukan narasi puitis dalam bahasa Indonesia dan Inggris, Polaroid mengajak pembaca untuk tenggelam dalam kisah cinta yang tidak sempurna-tapi jujur, dalam, dan menyentuh. Ini bukan cerita tentang siapa yang bersama siapa di akhir. Ini adalah kisah tentang bagaimana dua hati pernah saling memilih... dan akhirnya saling melepas.
More details