Story cover for Left behind in Time  by dnprn_
Left behind in Time
  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published Apr 28, 2025
"Katanya cinta pertama yang paling sulit dilupakan. Tapi ternyata, cinta kedua yang paling sulit dimaafkan."
- Nara Aurelientha

Aku pacaran sejak kelas dua SMP. Putus saat lulus, tapi bukan benar-benar selesai. Dari umur 15 sampai 20, dia tetap ada. Nggak intens, tapi cukup sering untuk membuatku nggak bisa move on. Cukup hangat untuk membuatku percaya-mungkin suatu hari, dia akan kembali.

Lalu aku pacaran sama orang lain. Empat tahun. Dia baik, sabar, dan nggak salah apa-apa. Justru aku yang merasa bersalah. Semua yang aku butuhkan ada di dia, tapi aku tetap terjebak dalam kenangan yang nggak pernah selesai. Bahkan dia nggak tahu, bahwa setiap kali dia kasih perhatian, aku selalu merasa nggak pantas menerimanya.

Sampai umur 24. Saat aku bersiap menikah. Saat aku sadar-beberapa orang memang tidak ditakdirkan untuk menetap. Mereka hanya datang untuk mengacaukan standar kita tentang cinta.

Dan ketika akhirnya semua benar-benar sunyi, aku paham:
Move on bukan berarti lupa, tapi berhenti berharap dia merasa bersalah.

Tapi ya... setelah bertahun-tahun menjadikan seseorang pusat semesta, pertanyaan paling menakutkan tetap sama:
Bisakah aku benar-benar hidup tanpa dia di orbit?
All Rights Reserved
Sign up to add Left behind in Time to your library and receive updates
or
#44lovetohate
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
IF YOU cover
philopobhia cover
Rindu Dalam Diam cover
Love In Paris (COMPLETED) cover
My Bromance [18+] End cover
Limerence cover
Rendra & Lila [END] cover
DikaRanggi cover

IF YOU

15 parts Ongoing

Bagaimana jadinya ketika aktor muda jatuh cinta dengan wanita yang 20 tahun lebih tua darinya? Akankah usia bukan penghalang? Wanita yang memeluk luka masa lalunya sendirian Ketika takdir sudah mengambil alih, bahkan ketika aku dan kamu adalah mustahil. Kita akan bertemu lagi dengan rasa yang sama. Takdir adalah benang halus yang tak terlihat, mengikat tanpa memberi isyarat. Aku pernah percaya bahwa kehilanganmu adalah tragedi terburuk dalam hidupku, luka yang tak mungkin sembuh oleh waktu. Aku menunggu, berharap, meski perlahan harapan itu berubah menjadi sia-sia. Namun, ketika semua terasa hampa, saat langkahku nyaris berhenti, kehadirannya datang seperti cahaa fajar diujung gelap. Penantianku yang panjang akhirnya menemukan jawabannya. Tapi, apakah ini benar-benar akhir dari duka atau awal dari cerita yang lebih rumit? Aku menghidupkan sosokmu dalam setiap kata yang kutulis. Dalam baris-baris sunyi, kau kembali bernapas, hadir dalam imajinasi yang kurangkai dengan rindu. Meski dunia telah merenggutmu dariku, dalam tulisanku, kau tak pernah benar-benar pergi. Namun seiring pena menari diatas kertas, aku bertanya-tanya apakah aku yang menciptakanmu kembali, atau justru kau yang perlahan menarikku dalam dunia yang kupahat untukmu? Kaluna Putri Ketika waktu yang membawamu kembali