Story cover for Dapur Wulan  by Heniwulandari2625
Dapur Wulan
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Apr 29, 2025
Di jantung rumah yang tak pernah kehabisan nyala, Dapur Wulan berdiri laksana benteng kecil yang menjaga bara kehidupan. Setiap pagi, mentari menumpahkan sinarnya lewat jendela, menari di atas meja kayu, membelai peralatan yang siap menghidupkan hari.

Tangan Wulan bergerak cekatan, mengiris waktu, mencampur harapan ke dalam adonan sederhana. Suara wajan yang berdesis, aroma rempah yang meletup dari panci, menjadi lagu perlawanan, nyanyian tentang keberanian yang tak pernah letih. Setiap adukan bukan sekadar meracik rasa, tetapi meneguhkan janji bahwa hidup seberat apa pun selalu pantas diperjuangkan.

Di dapur ini, tak ada ruang untuk tangis yang sia-sia. Hanya tawa kecil yang mekar bersama uap sup yang hangat, hanya tekad yang dipahat bersama bumbu-bumbu yang meresap dalam. Setiap sudut menyimpan kisah tentang ketangguhan,tentang tangan yang tetap mengaduk adonan, bahkan saat dunia di luar bergejolak.

Dapur Wulan bukan sekadar ruang memasak, ia adalah medan tempat jiwa ditempa, tempat cinta pada hidup disajikan dalam piring-piring sederhana, penuh rasa, penuh keberanian.
All Rights Reserved
Sign up to add Dapur Wulan to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Sepotong Roti, Seribu Cerita by AzarineLune
17 parts Complete
Hujan rintik-rintik jatuh membasahi jalanan berbatu di sudut kota kecil itu. Udara membawa aroma tanah basah yang bercampur dengan wangi manis kayu manis dan vanilla. Di antara deretan bangunan tua, berdiri sebuah toko roti mungil dengan jendela kaca besar yang memancarkan cahaya hangat ke trotoar. Di atas pintu kayu berwarna cokelat tua, papan nama "Autumn Loaf" bergoyang pelan tertiup angin. Toko roti itu tak pernah benar-benar sepi, meskipun hanya ada satu atau dua pelanggan yang duduk menikmati roti hangat dan secangkir teh. Di dalamnya, rak-rak kayu penuh dengan berbagai macam roti, dari croissant lembut hingga baguette yang renyah. Di balik meja kasir, seorang pria dengan rambut berwarna merah tengah menguleni adonan dengan gerakan yang tenang dan penuh perhatian. Caine Chana, pemilik toko ini, telah menghabiskan separuh hidupnya menciptakan rasa yang bisa membangkitkan kenangan. Baginya, toko roti ini bukan sekadar tempat berjualan. Setiap adonan yang ia buat memiliki kisahnya sendiri. Setiap pelanggan yang datang membawa cerita yang ingin mereka kenang atau lupakan. Beberapa datang mencari rasa masa kecil, beberapa ingin menghadiahkan roti untuk orang terkasih, dan ada juga yang hanya ingin merasakan kehangatan di hari yang dingin. Dari balik jendela, Caine melihat seorang pelanggan masuk. Ia tersenyum kecil, menyambut dengan suara lembut. "Selamat datang di Autumn Loaf. Apa yang bisa kubantu hari ini?" Dan seperti itulah setiap kisah dimulai-dengan sepotong roti, secangkir teh, dan sebuah kenangan yang kembali teringat.
You may also like
Slide 1 of 7
PESTA SUNYI (TERBIT) cover
Strong Boy (End) cover
The Space Between Us cover
Kue Stroberi Tahun Depan  cover
Bukan Rumah cover
dibalik alyksandr cover
Sepotong Roti, Seribu Cerita cover

PESTA SUNYI (TERBIT)

33 parts Complete

Dalam setiap perjalanan hidup, ada pesta-pesta yang tak pernah dirayakan dengan gemerlap cahaya. Ada rindu yang tak tersampaikan, cinta yang tenggelam dalam waktu, dan perjuangan yang mengguratkan luka di hati. Aluna, seorang mahasiswi yang merangkai mimpi di balik sunyi kosnya, mencoba berdamai dengan takdir. Hidupnya adalah jejak-jejak kecil penuh drama dan air mata, dari cinta yang terjeda hingga masalah-masalah rumit lainnya. Di sisi lain, Arez, kekasihnya yang berkuliah di fakultas yang berbeda dengannya, menjadi labirin harapan yang tak selalu memiliki ujung. Novel ini mengajakmu masuk ke dalam ruang-ruang sepi tempat Aluna menggali arti keberanian, cinta, dan pengorbanan. Dalam pesta sunyi yang diselenggarakan oleh dirinya sendiri, ia belajar bahwa bahagia bukanlah tentang sempurna, melainkan tentang menerima yang tak sempurna dengan hati yang tetap tabah. Kisah ini akan menyentuh sudut terdalam jiwamu, mengingatkan bahwa di balik setiap badai, selalu ada pelangi mungkin, meski harus menunggu lama. Pesta Sunyi adalah selebrasi tentang kehidupan, rindu, dan cinta yang tak pernah menyerah meski dililit sunyi.