Anak Angkat & Keluarga Posesif

Anak Angkat & Keluarga Posesif

  • WpView
    Reads 18,465
  • WpVote
    Votes 610
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadComplete Mon, May 26, 2025
"Terkadang, di balik luka yang mendalam, tersimpan kekuatan yang tak terduga. Terkadang, di balik senyuman kecil, tersembunyi harapan yang tak terpadamkan. Dan terkadang, dalam gelapnya kehidupan, hadir cahaya yang mengubah segalanya." --- Citra Anastasya Hartadi, gadis kecil berusia tiga tahun, lahir di keluarga yang seharusnya mencintai dan melindunginya. Namun, bagi Citra, rumah hanya tempat penuh caci maki, tangan kasar, dan luka yang tak terlihat. Sementara kedua kakaknya, Rani dan Lala, dimanja tanpa batas, Citra diperlakukan seperti beban yang harus ditanggung. Suatu hari, takdir mempertemukannya dengan keluarga Siregar, keluarga penuh kehangatan yang membawa secercah cahaya di tengah kegelapan hidup Citra. Alexander Mahendra Siregar, pria berwibawa yang diam-diam menyimpan luka masa lalu, melihat sesuatu yang istimewa dalam diri Citra. Perlahan, gadis kecil yang rapuh itu mulai menemukan makna kasih sayang sejati sesuatu yang selama ini hanya bisa dia bayangkan. Namun, jalan menuju kebahagiaan tak semudah membalikkan telapak tangan. Citra harus berjuang keluar dari lingkaran kejam yang mengungkungnya. Luka, pengkhianatan, dan pengorbanan menjadi bagian dari perjalanannya menuju kehidupan baru. Akankah gadis kecil ini mampu melangkah meninggalkan bayang luka, ataukah dia akan terjerat selamanya dalam penderitaan? "Putri Kecil dalam Bayang Luka" bukan sekadar kisah tentang anak kecil, melainkan perjalanan mengharukan tentang keberanian, cinta, dan pengorbanan. Cerita ini akan menggugah hati setiap pembaca, memaksa kita menatap tajam pada arti keluarga yang sesungguhnya. ---
All Rights Reserved
#35
anakkesayangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • OUR FAMILY [SJY&KMJ]
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • Yang Tersisa Dari Cinta [ END ]
  • Pendekar Dari Pajajaran
  • DANADYAKSA
  • Kesedihan [SELESAI]
  • 360 and Still Me

Menceritakan tentang satu keluarga yang begitu harmonis. "Lala tidak suka suara berisik Wira, menganggu." ucap seorang gadis kecil yang masih berusia tujuh tahun, Nada bicara nya biasa saja tetapi menusuk "Wira kan tidak bisu, Kalau Lala tidak suka keributan ya pergi saja sana!" jawab seorang anak laki-laki yang seusia dengan Lala. mereka kembar, tentu saja. "Berantem terus sih, Lala jangan begitu ya. Wira juga, saling maaf-maafan dulu" ucap ibunda- Sabila lula- mencoba menengahi pertengahan kedua bocah di hadapannya. tetapi Lala malah menaruh kedua tangan nya di depan dada dengan bibir maju beberapa centi "Kalau gamau maaf-maafan, Ayah engga mau beliin alat-alat lukis dan mainan buat kalian lagi." Ucap ayahanda- Jack Bert Wijaya- terdengar serius. Si kembar lantas saling pandang, dan yang pertama mengulurkan tangan adalah Wira. karena bocah itu takut sekali jika tidak di belikan mainan, menurutnya mainan itu separuh hidup nya. "Nah, begitu kan enak dilihat" Sabila dan Jack kompak tersenyum melihat kedua anak nya kembali akrab dan suasana terasa hangat. ⚠️LANJUTAN CERITA 'JATUH CINTA' ⚠️ Usahain baca cerita 'Jatuh Cinta' lebih dulu ya, tapi kalau engga mau juga ga masalah karena di cerita ini komplit. Tapi usahain yaa.. itung-itung bantu ramein cerita itu, hehe

More details
WpActionLinkContent Guidelines