Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Chapter 16

Chapter 16

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 12, 2025
⚠️DI LARANG PLAYGIAT! 。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。(⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Nana adalah seorang penulis novel yang sering berpindah-pindah naskah/ selingkuh naskah, ia mengalami cedera saat latihan voli dan terkena amnesia. Ingatannya datang dan pergi. Suatu hari, ia menemukan situs baca novel digital miliknya yang sering ia jadikan untuk mengetik cerita. Saat ia membuka salah satu cerita yang berjudul "Another love" ia membaca satu bab yaitu Bab 16, ia merasa cerita itu familiar, tapi tak bisa mengingat kenapa. Nama tokoh utamanya mirip dengan dirinya, dan ceritanya terasa nyata. Hingga akhirnya, seorang pemuda tampan muncul dan berkata, "Bab 16 itu... kisah tentang kita berdua."
All Rights Reserved
#3
nubar25harispsemarang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • ARIANA ( Lengkap )
  • ALEAGRA [END]
  • Tunanganku? Oh, bukan! [END]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • BENCI MENJADI CINTA [SELESAI]
  • almost hate
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • ALEYA~~

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines