Arah Yang Hilang

Arah Yang Hilang

  • WpView
    Reads 554
  • WpVote
    Votes 232
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 21, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Ayana merengkuh dirinya sendiri menatap nanar setiap pandangan di hadapannya. banyak hinaan dan cemoohan lainnya yang datang di benaknya. Ayana Yudita Maharani, seorang wanita berusia 23 tahun yang nekat ingin kuliah di luar negeri, Ayana yang merupakan seseorang yang sangat agamis dan berpegang teguh pada agamanya mengalami banyak cobaan dalam mempertahankan dirinya sebagai seorang muslimah. Hingga pada akhirnya dia bertemu dengan dua orang yang begitu mencintainya, yaitu Samuel. Dia adalah Non muslim, Mahasiswa kedokteran yang lahir dari keluarga yang mempunyai rahasia besar di Perusahaan Tekstil. Dan Profesor Ahkam, seorang Dosen Teknik yang juga menyukai Ayana. Apakah Ayana akan kehilangan kendali oleh kekasihnya dan sahabatnya ? Atau justru ada seseorang yang akan menyelamatkan Ayana? *cerita ini hanya fiksi belaka, bila ada kesamaan tempat, karakter dan nama harap di maklumi🙏 Happi reading🤗
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Enemies in Flames [REVISI]
  • Mencari Cinta Sejati (END)
  • Nurul ayna muslimah (Completed)
  • Sekilas Cahaya
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • A Y A N A (Revisi)
  • EPIPHANY
  • [Complete] Senja di balik Hujan
  • ALFHASSA

Enemies in Flames - dua musuh yang terjebak dalam permainan api perasaan. Arya Mohan adalah bad boy yang dikenal karena tatapan tajamnya, sikapnya yang dingin, dan keahliannya dalam membuat masalah. Baginya, hidup adalah tentang kesenangan dan kebebasan, tanpa peduli siapa yang ia sakiti dalam prosesnya. Aqeela Calista, gadis yang juga jauh dari kata lembut dan manis. Ia berapi-api, keras kepala, dan lebih suka menyelesaikan masalahnya dengan pukulan daripada kata-kata. Tak ada satu pun orang yang berani macam-macam dengannya. Mereka berdua seperti dua magnet dengan kutub yang sama. Selalu bertolak belakang, selalu bentrok. Tapi siapa sangka, kebencian yang mereka pupuk begitu lama bisa berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit? Sesuatu yang bahkan Aqeela sendiri berusaha keras untuk menolak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines