The Forgotten Masterpiece S1 [End]

The Forgotten Masterpiece S1 [End]

  • WpView
    Reads 68,904
  • WpVote
    Votes 4,405
  • WpPart
    Parts 75
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 18, 2025
Langkah-langkah kecil menggema lembut di lorong pameran museum. Lampu-lampu kuning temaram menyinari barisan artefak yang diam, membisu dalam keabadian. Di tengah ruangan utama, berdiri sebuah patung marmer tinggi - seorang perempuan berzirah, tombak di tangan kanan, perisai di kiri. Wajahnya teduh namun kuat, mata kosong menatap jauh melampaui zaman. "Patung apa itu?" tanya seorang anak kecil, suaranya melengking polos dalam ruangan yang sepi. Gadis itu - sekitar akhir tiga puluhan - berdiri tak jauh, memandangi patung dengan pandangan yang lebih dalam dari sekadar kekaguman. Ia menoleh, rambut hitamnya jatuh melewati bahu, lalu menjawab, "Itu seorang dewi." Anak itu menatap ibunya dengan wajah penuh tanya. "Dewi? Siapa namanya?" Senyum tipis muncul di wajah gadis itu, seolah menyambut kenangan yang lama tertidur. "Athena," katanya lirih. "Cantik, bukan?" Jawabannya menggantung di udara, mengisi celah-celah waktu yang sejenak terasa beku. Dalam tatapannya yang diam, museum itu memudar. Bau marmer dan udara dingin AC berganti dengan aroma buku tua, kopi murahan, dan suara tawa muda. Gadis itu - lebih muda beberapa tahun, duduk di antara tumpukan catatan dan lukisan - kembali hadir. Di masa itu, semuanya baru dimulai.
All Rights Reserved
#24
lesbie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • Complete (END)
  • sex servant [END]
  • When Mr. Bossy Falling In Love
  • In Your Silence, I Found Home
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • Stumbled Into You

Prolog - The Memory Between Us [Kenangan Antara Kita] Mereka bilang, waktu akan menyembuhkannya. Tapi dua tahun telah berlalu, dan Ling masih menatap keluar dari jendela kaca penthouse-nya, jemari menggenggam cangkir kopi dingin yang tak pernah ia habiskan. CEO. Pewaris. Tunangan dari seorang hantu. Dunianya runtuh sekali... Lalu kembali hancur saat ia dipaksa menikah dengan seseorang yang bahkan bukan miliknya sejak awal. Janji itu bukan untuknya. Pakaian itu juga bukan miliknya. Tapi nama di akta pernikahan? Ling Ling Kwong. Dan mempelai di sisinya? Orm. Tunangan adiknya. Itu seharusnya sementara. Sebuah kontrak. Hanya satu tahun untuk menjaga nama baik keluarga-lalu pergi. Tapi tak ada yang memberitahunya bahwa cinta tak tunduk pada kontrak. Dan tak ada yang memperingatkannya betapa kejamnya kenangan. Karena saat Ling akhirnya membuka hatinya lagi... Orm melupakan segalanya. Melupakan tawa mereka. Pertengkaran mereka. Janji mereka. Melupakan dirinya. Dan kini, Ling tak yakin masih punya kekuatan untuk kehilangan Orm sekali lagi. DISCLAIMER Cerita ini sepenuhnya fiksi. Tidak ada hubungannya dengan kejadian, individu, atau entitas di dunia nyata, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan belaka dan tidak disengaja. Ling Ling Kwong & Orm Kornnaphat, tentu saja, adalah gadis-gadis yang luar biasa dan tidak seperti karakter yang digambarkan dalam fanfiksi ini. Ingat, ini hanyalah fanfiksi! Selamat membaca! **Semua foto dikreditkan kepada pemiliknya masing-masing.

More details
WpActionLinkContent Guidelines