The Forgotten Masterpiece S1 [End]

The Forgotten Masterpiece S1 [End]

  • WpView
    Reads 72,229
  • WpVote
    Votes 4,582
  • WpPart
    Parts 75
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 18, 2025
Langkah-langkah kecil menggema lembut di lorong pameran museum. Lampu-lampu kuning temaram menyinari barisan artefak yang diam, membisu dalam keabadian. Di tengah ruangan utama, berdiri sebuah patung marmer tinggi - seorang perempuan berzirah, tombak di tangan kanan, perisai di kiri. Wajahnya teduh namun kuat, mata kosong menatap jauh melampaui zaman. "Patung apa itu?" tanya seorang anak kecil, suaranya melengking polos dalam ruangan yang sepi. Gadis itu - sekitar akhir tiga puluhan - berdiri tak jauh, memandangi patung dengan pandangan yang lebih dalam dari sekadar kekaguman. Ia menoleh, rambut hitamnya jatuh melewati bahu, lalu menjawab, "Itu seorang dewi." Anak itu menatap ibunya dengan wajah penuh tanya. "Dewi? Siapa namanya?" Senyum tipis muncul di wajah gadis itu, seolah menyambut kenangan yang lama tertidur. "Athena," katanya lirih. "Cantik, bukan?" Jawabannya menggantung di udara, mengisi celah-celah waktu yang sejenak terasa beku. Dalam tatapannya yang diam, museum itu memudar. Bau marmer dan udara dingin AC berganti dengan aroma buku tua, kopi murahan, dan suara tawa muda. Gadis itu - lebih muda beberapa tahun, duduk di antara tumpukan catatan dan lukisan - kembali hadir. Di masa itu, semuanya baru dimulai.
All Rights Reserved
#46
womenlovewomen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penantian Hujan
  • 𝑨𝒌𝒖 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝑫𝒂𝒏 𝑻𝒂𝒌𝒅𝒊𝒓
  • For My Daughter
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • Stumbled Into You
  • Awan Abu-Abu [END]
  • My Bully My Obsession GxG(Season 2)

Disaat ribuan kenangan yang tertinggal beberapa waktu lalu, ternyata belum terkubur jauh-jauh karena mungkin ini adalah kisah cinta yang terlalu cepat. Atau sebuah permainan kematian yang harus diselesaikan sebelum tgl 13 atau sebelum bulan purnama berakhir. Disaat semuanya diselimuti rasa takut, terjebak bersama iblis di sebuah rumah tua. "Mengapa pelangi itu cepat pudar? Hilang antah berantah tak ada kabar. Kini hati rindu resah, sulit tuk mengungkap rasa. Apakah hujan akan segera membawa kembali. Hati yang memantau cinta yang menanti." "Angin telah bertiup lalu, daun-daun kering menghilang sekejap..datang sekawanan debu yang menghalau mata bara api, hingga hadirlah secercah cahaya yang membuat bunga kembali berseri." Lalu kamu bukanlah Caesar, Mark Anthony atau pun Ptolomeus yang bengis dan sadis. Namun ini adalah kisah cinta seorang jurnalis yang manis dan sinis. Pertemuan singkat antara jurnalis muda dan arkeolog muda. Kekuatan dari segalanya tak akan berguna tanpa cinta. Aku ingat itu kawan. -Hujan kali ini membawaku pada kenangan sekaligus membawa kenangan itu pergi menjauh dariku. Itulah sebabnya aku menanti hujan reda-

More details
WpActionLinkContent Guidelines