Aku Bukanlah Seorang Ning

Aku Bukanlah Seorang Ning

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 16, 2026
Mengupas lapisan identitas. Siapa aku sebenarnya di balik anggunnya abaya yang selalu melekat di tubuhku ini. Apa yang kamu lihat belum tentu siapa aku sebenarnya. Inilah kisahku, Aku Bukanlah Seorang Ning. { Hallo semuanya, terimakasih banyak buat yang sudah mau mampir di karyaku ini "Aku Bukanlah Seorang Ning". Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya dan juga jangan lupa klik tombol bintang nya ya. Mungkin masih banyak sekali kesalahan author dalam penulisannya, tolong tandain ya nanti author bakal revisi lagi deh. Terimakasih banyak semuanya, salam kenal dari author. }
All Rights Reserved
#540
pondokpesantren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • about Raya (Sudah Terbit)
  • Tuan Xander
  • Gus Your Mine!
  • Judul : Aku Ikhlas Gus
  • Takdir
  • Perjodohan (Zeesha)
  • GADIS TOMBOY (New)
  • Sepasang Kaos Kaki Hitam
  • TAKDIR TAK TERDUGA (on going)

namaku Ameera zakiya Al fathunnisa,semua orang memanggilku dengan sebutan Raya, sku seorang gadis berusia 18 tahun, aku tengah menuntut ilmu di salah satu pondok pesantren terbesar di Jawa timur. Kehidupanku biasa saja, bisa dikatakan tidak banyak cerita yang pernah aku alami. Sampai akhirnya sebuah kebenaran terungkap, ternyata aku bukan anak kandung kedua orang tuaku yang selama ini merawatku sedari kecil "lalu aku ini anak siapa?", pertanyaan itu selalu menghantui pikiranku setelah mama menceritakan kebenaran itu tepat di usiaku sekarang, dan kata mama aku akan ikut kedua orang tua kandungku setelah aku lulus dari masa putih abu-abuku. Selain tentang hidupku, Ternyata ini juga tentang pernikahanku yang tidak berjalan mulus. Ada satu insiden yang membuat rahim ku bermasalah yang mengakibatkan aku sulit untuk mempunyai anak. Aku mengalah, menurunkan egoku, menyuruh suamiku untuk menikah lagi. Bagaimana kelanjutan kisah ku? Apakah aku sanggup bertahan menghadapi istri kedua suamiku?

More details
WpActionLinkContent Guidelines