Di Antara Diam dan Luka (On Going)

Di Antara Diam dan Luka (On Going)

  • WpView
    Reads 735
  • WpVote
    Votes 110
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 10, 2025
Sadana. Anak bungsu yang tak pernah dianggap. Di rumah, ia hanya dikenal sebagai penyebab kekacauan-padahal tangannya yang tiap hari menyapu, mengepel, mencuci, dan memasak. Tapi tak satu pun melihat. Tak satu pun peduli. Kebutuhannya tak ditanggung. Makan pun ia tahan. Dibilang pemalas, padahal tubuhnya gemetar tiap malam karena lelah bekerja paruh waktu. Di sekolah pun tak ada tempat untuknya-hanya ejekan dan tawa sinis. Sementara dua kakaknya, Jarrel dan Kaizen, bersinar tanpa luka. Sadana tak pernah minta dilahirkan Tapi luka itu sudah menunggu sejak hari pertama ia belajar bicara. Dan kini, di antara diam dan luka... Ia cuma punya satu harapan "dipeluk saat sedang tidak baik-baik saja." Di Antara Diam dan Luka.
All Rights Reserved
#450
perundungan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka Naren.
  • The Quiet Orchestra
  • OUR FANTASY [END]
  • my favorit house || enhypen (Slow Update)
  • Red Blood •[EN-]•
  • DUNIA HAMPA
  • Luka ���🔞 (HeeKi ft.Sunghoon & Jay)
  • Sayap Yang Tak Pernah Satu
  • Precious Family || Enhypen
  • Rumah Yang Tak Pernah Ada

Bagi Naren, rumah bukan tempat pulang. Hanya bangunan penuh suara yang tak pernah mendengar. Sendirian di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah memberinya ruang, Naren hanya ingin satu hal: diterima, meski sekali saja. "Adik gue cuma satu. Cuma Hema." Kalimat itu menamparnya lebih keras dari apa pun. Apakah keberadaannya hanya luka? Apakah ia masih dianggap? Atau justru menjadi alasan penderitaan yang tak berujung? Di tengah ujian hidup yang terus berdatangan, Naren berjuang sendiri menghadapi rasa bersalah, kehilangan, dan harapan yang nyaris pudar. Ini adalah kisah tentang luka yang tak terlihat, tentang rasa sepi di tengah keramaian... dan tentang seorang laki-laki yang diam-diam ingin pulang namun bukan ke rumah, tapi ke hati yang bisa memeluknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines