Di Antara Diam dan Luka (On Going)

Di Antara Diam dan Luka (On Going)

  • WpView
    Reads 757
  • WpVote
    Votes 114
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 10, 2025
Sadana. Anak bungsu yang tak pernah dianggap. Di rumah, ia hanya dikenal sebagai penyebab kekacauan-padahal tangannya yang tiap hari menyapu, mengepel, mencuci, dan memasak. Tapi tak satu pun melihat. Tak satu pun peduli. Kebutuhannya tak ditanggung. Makan pun ia tahan. Dibilang pemalas, padahal tubuhnya gemetar tiap malam karena lelah bekerja paruh waktu. Di sekolah pun tak ada tempat untuknya-hanya ejekan dan tawa sinis. Sementara dua kakaknya, Jarrel dan Kaizen, bersinar tanpa luka. Sadana tak pernah minta dilahirkan Tapi luka itu sudah menunggu sejak hari pertama ia belajar bicara. Dan kini, di antara diam dan luka... Ia cuma punya satu harapan "dipeluk saat sedang tidak baik-baik saja." Di Antara Diam dan Luka.
All Rights Reserved
#475
perundungan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Yang Tak Pernah Ada
  • OUR FANTASY [END]
  • Welcome Home, Saga!
  • Luka 🔞 (HeeKi ft.Sunghoon & Jay)
  • Is It Home ?
  • Precious Family || Enhypen
  • Exhausted Soul | EN- [REVISI]
  • DUNIA HAMPA
  • Atma Daru [SELESAI]

"Semua orang punya jalan hidup yang berbeda, dan kita di paksa menerima keadaan yang ada" --- Mereka dilahirkan dalam satu atap, namun tumbuh dalam tujuh arah yang berbeda. Ketika ayah pergi tanpa pamit dan ibu memilih hidup untuk dirinya sendiri, tujuh saudara kandung harus menghadapi dunia tanpa tempat untuk pulang. Satu per satu mereka dipisahkan oleh keadaan-diasuh saudara jauh, diadopsi, dititipkan, bahkan ada yang harus bertahan sendiri di jalanan. Meski terpisah, satu hal tetap sama: kenangan masa kecil yang hangat dan ikatan darah yang tak bisa diputuskan waktu. Tujuh anak yang terluka, tujuh jalan yang penuh luka, dan satu harapan yang tetap hidup-bahwa suatu hari nanti, mereka bisa menemukan rumah... bukan tempat, tapi hati yang saling menerima. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines