Di Antara Diam dan Luka (On Going)

Di Antara Diam dan Luka (On Going)

  • WpView
    Reads 762
  • WpVote
    Votes 114
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 10, 2025
WpInfo
Fanfic
Enhypen
Sadana. Anak bungsu yang tak pernah dianggap. Di rumah, ia hanya dikenal sebagai penyebab kekacauan-padahal tangannya yang tiap hari menyapu, mengepel, mencuci, dan memasak. Tapi tak satu pun melihat. Tak satu pun peduli. Kebutuhannya tak ditanggung. Makan pun ia tahan. Dibilang pemalas, padahal tubuhnya gemetar tiap malam karena lelah bekerja paruh waktu. Di sekolah pun tak ada tempat untuknya-hanya ejekan dan tawa sinis. Sementara dua kakaknya, Jarrel dan Kaizen, bersinar tanpa luka. Sadana tak pernah minta dilahirkan Tapi luka itu sudah menunggu sejak hari pertama ia belajar bicara. Dan kini, di antara diam dan luka... Ia cuma punya satu harapan "dipeluk saat sedang tidak baik-baik saja." Di Antara Diam dan Luka.
All Rights Reserved
#297
perundungan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka 🔞 (HeeKi ft.Sunghoon & Jay)
  • DUNIA HAMPA
  • RIFKI: 17 Tahun Bersama Abang
  • my favorit house || enhypen (Slow Update)
  • OUR FANTASY [END]
  • Luka Naren. ( SUDAH TERBIT )
  • Ruang Bercerita
  • PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)
  • The Quiet Orchestra
  • Altruisme

Setelah kepergian kedua orang tua mereka dalam kecelakaan tragis, rumah kecil di pinggiran kota menjadi satu-satunya tempat yang tersisa bagi Heeseung dan Ni-ki-dua saudara angkat yang dulu tampak sempurna di mata dunia. Namun, di balik dinding rumah yang mulai rapuh, tersimpan kepedihan yang jauh lebih dalam daripada sekadar duka kehilangan. Heeseung, anak sulung yang dulu penuh senyum, berubah dingin dan penuh amarah. Baginya, Ni-ki adalah awal dari kehancuran segalanya-anak angkat yang tidak pernah ia minta, namun sekarang harus ia lihat setiap hari. Ia menyalahkan Ni-ki atas kematian orang tua mereka, atas kesepian yang menggigit, atas hidup yang kini tak lagi punya arah. Ni-ki hanya ingin bertahan. Menjadi anak baik seperti yang selalu ia usahakan. Tapi luka yang datang setiap hari dari satu-satunya keluarga yang tersisa perlahan mengikis semangatnya. Bahkan ketika Heeseung membiarkan teman-temannya menyentuhnya tanpa izin, Ni-ki hanya bisa memohon dan berharap-meski tak pernah didengar. Hingga suatu malam dalam mabuk dan kabut dendam, Heeseung melanggar batas terakhir yang ada. Ni-ki hamil. Kini, dengan tubuh yang berubah dan jiwa yang hampir hancur, Ni-ki berdiri di ujung antara bertahan atau menyerah. Apakah ada secercah cahaya dalam rumah yang penuh bayangan? Atau apakah cinta hanya tinggal luka dalam diam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines