Echoes of Us

Echoes of Us

  • WpView
    LETTURE 24
  • WpVote
    Voti 3
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, mag 7, 2025
"Mas, bagian yang akan paling sering kamu temui di masa depan ialah perpisahan. Di masa mendatang, kamu mungkin akan menjumpai berbagai macam bentuk kehilangan. Tapi, ayah yakin, kamu sepenuhnya mampu untuk tetap hidup sebagaimana datang dan hilang akan selalu hadir beriringan. Jadi-sesulit apapun situasinya nanti, Mas Juan boleh janji satu hal saja ke ayah?" "... tetap berlapang, tetap kuat. Jangan menyerah. Ingat, bahwa kamu masih punya Ayah dan Kaivan disini." Bagi Juan, keberadaan Zhaidan-sang ayah membuat ia tak gentar menghadapi segala bentuk rintangan di masa mendatang. Keberadaan sang ayah seolah merupakan alasan bagi Juan merasa bahwa dunia akan selalu menjadi tempat teraman, selama sang ayah tetap berada disisi mereka. Bersama Zhaidan, baik Juan maupun Kaivan, keduanya tak pernah luput senantiasa dirayakan atas pencapaian-pencapaian sederhana. Sampai, tidak pernah sekalipun terlintas dalam benaknya jika semesta ternyata telah begitu menginginkan agar Zhaidan lekas beristirahat. Dituntun untuk pergi jauh ke suatu tempat, tanpa membuatnya hilang arah. Sementara, kepergian Zhaidan berlangsung disaat Juan dan Kaivan masih sangat membutuhkan figur sesosok ayah sebagai rumah tempat mereka berpulang. Setelah menghadapi kehilangan pada kali kesekian, lantas kemana Juan harus pulang sekarang?
Tutti i diritti riservati
#258
xiaozhan
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Dua cangkir satu Meja
  • Enchoes of a Hidden Life
  • Sulung
  • what if? (END)
  • 𝐋𝐈𝐄𝐒, 𝐋𝐈𝐅𝐄, 𝐋𝐎𝐕𝐄
  • Story of Eternal Wood
  • [END] [MPREG] I Have a Happy Ending with the Mistress's Ex-Boyfriend [subindo]
  • Behind Our Eyes
  • BOOK I : Soul Fragment

Dua cangkir di satu meja. Salah satunya kopi hitam yang mulai dingin, satunya lagi teh hangat yang baru diseduh. Sama seperti mereka-dua orang yang dulu satu keluarga, kini seperti orang asing di bawah atap yang sama. Dewa sudah terbiasa hidup sendiri. Ia bisa makan mi instan kapan saja tanpa ada yang mengomentari. Bisa pulang larut tanpa ada yang menunggu. Bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Lalu datang ayahnya, yang entah sejak kapan mulai mengatur ulang dunianya. Mengajaknya makan bersama, menyeduhkan teh di pagi hari, bahkan diam-diam mengganti mi instan dengan sesuatu yang lebih bergizi. Dewa tidak mengerti-apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya? Kenapa setelah tujuh tahun pergi, kini ia kembali dan bertingkah seolah-olah segalanya masih bisa diperbaiki? Di sisi lain, ada Nira, seseorang yang selalu ada untuknya. Tapi kini, ia merasa semakin jauh. Hubungan yang dulu terasa nyaman perlahan berubah menjadi sesuatu yang penuh pertanyaan. Di antara meja makan yang dulu selalu sepi, dua cangkir yang tak pernah sama, dan sepiring mi instan yang akhirnya tak lagi dimakan sendirian, Dewa harus menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: apa arti pulang yang sebenarnya? Slow fic Sudah selesai ditulis sampai ending, sudah dipublikasikan pula semuanya. Sebab, aku tidak suka menunggu. Jadi, aku tidak akan membuatmu menunggu. 48 bab secara total. Bacalah jika menurutmu layak dibaca, tinggalkan jika menurutmu membosankan. Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga. by Tigajully 2025

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti