NOKTAH: tanda dirinya pernah disana

NOKTAH: tanda dirinya pernah disana

  • WpView
    Membaca 16
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Apr 23, 2026
Mereka pikir dia lemah. Pendiam. Tak berbahaya. Padahal ia sedang memilih, siapa yang mati lebih dulu. Sekolah ini tak butuh monster dari luar. Ia lahir dari dalam kelas-di antara bangku-bangku berdebu dan tawa palsu. Ia menyaksikan, mencatat, lalu mengeksekusi. Bukan dengan pisau. Tapi dengan strategi. Dengan rasa takut yang tumbuh di tengkuk orang-orang sok kuat. Dengan bisikan halus yang menuntun korban ke liang tanpa dipaksa. Satu per satu, mereka menghilang. Tak ada yang benar-benar melihat bagaimana. Tak ada yang sadar mereka sedang dicabut perlahan, seperti kuku dari daging. Ia menikmati tiap detik ketakutan. Ketika korban memohon. Ketika mereka menyadari: tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka. Dan saat segalanya usai, tinggal noktah-tanda kecil. bahwa Tuhan tak selalu datang lebih dulu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • MURDERER IN THE SCHOOL [Completed]
  • Dormant [BL]
  • Death School [TAMAT]
  • THE SECRET OF RELYAN
  • Diary Of Rain [END]
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?
  • detective school
  • 100%(on Going)

Cerita yang mengisahkan seorang pembunuh berdarah dingin yang berkeliaran disebuah sekolah mencari para korban dan haus akan darah. Siapakah sebenarnya pembunuh ini? Apakah motif sebenarnya dibalik pembunuhan yang ia lakukan? Akankah ada yang dapat mengungkap identitas sang pembunuh? Baca selengkapnya disini. Caution : Kesamaan nama karakter/tokoh dan tempat dalam cerita hanyalah fiksi belaka,nama 3 karakter utama diambil dari nama 3 orang author yang membuat cerita ini,diantaranya : Janika Sri Ayumi,Fina Restiana dan Fitrianti Ulfah,cerita ini tidak menjiplak ataupun memplagiat cerita manapun,semuanya adalah hasil karya pemikiran dari author dan teman seperjuangan author. Dan cerita ini tidak bermaksud menyinggung pihak manapun. Akan ada bagian yang sedikit menjijikkan,untuk kalian para readers yang tidak suka dengan konten berdarah dan kekerasan diharapkan dengan bijak untuk tidak membaca cerita ini. Jangan salahkan kami jika kalian ketagihan untuk mengikuti jalan cerita dari kisah ini. Terimakasih dan selamat membaca!^^

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan