Utamakan follow sebelum baca! "Sayang aku ke kamu seperti senja yang sama; senja yang tak berani mengucapkan selamat tinggal, senja yang selalu menolak pergi meski dihalau paksa oleh waktu."ucapnya. __________ "Iya! Gue itu... gue itu bucin, tapi gue gengsi," aku Aresh jujur dalam mabuknya. "Ris, jadi pacar gue sekarang aja kenapa sih? Nggak usah kejar-kejaran lagi. Gue capek nunggu di garis finish." Melihat Aresh yang begitu rapuh dan lucu secara bersamaan, Aeris mengecup puncak kepala Aresh. "Iya, Aresh. Gue nggak akan kemana-mana. Mulai detik ini, gue punya lo. Puas?" ⚠Cerita ini untuk 18+ Cerita ini dibuat untuk kalian yang ingin menikmati novel genre remaja romantis. Cerita ini tidak bertele-tele, dan memiliki konflik yang ringan. Dilarang Plagiat! Highest Rank #3 kisahsma
More details