Janji di Ujung Hujan

Janji di Ujung Hujan

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 18, 2025
Di sebuah kota kecil yang selalu diguyur hujan di bulan November, Sera kembali setelah tujuh tahun menghilang tanpa kabar. Ia datang bukan untuk menetap, hanya ingin memenuhi satu janji yang pernah ia ucapkan di bawah payung yang sama bersama Elaric, lelaki yang pernah menjadi seluruh semestanya. Namun banyak yang telah berubah. Elaric kini tampak asing, menyembunyikan luka dan rahasia yang tak pernah diceritakan pada siapa pun. Meski senyumnya tetap hangat, matanya tak lagi menatap Sera seperti dulu. Keduanya mulai terjebak dalam nostalgia yang pahit, tentang lagu yang tak pernah selesai dimainkan, tentang payung yang dulu melindungi cinta mereka, dan tentang sebuah surat yang tak pernah sempat diberikan. Saat hujan kembali turun pada hari mereka pernah berjanji, Sera harus memilih, menuntaskan masa lalu atau membiarkannya larut bersama rintik yang tak pernah benar-benar berhenti.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Under The Umbrella
  • STAR ALIGN
  • Dalam Rintik yang Sama
  • Erlangga
  • BEHIND THE NOISE : US
  • TOUCHED (End)
  • Milikmu Sekali Lagi
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Dek Istri 21+

Di kota Seoul, Kota ini mengubah hidup seorang gadis yang bernama Song Na-eun. PLAK! Na-eun benci dengan orang yang mengakui bahwa orang itu sudah mencintainya selama bertahun-tahun. Sampai-sampai, Na-eun ingin sekali untuk berlari dan bertemu dengan orang lain yang jauh lebih baik dari pada orang yang ditamparnya. Na-eun berlari dan bertemu dengan Kim Dong-hoon, orang yang pernah terhapus dari dalam memorinya. Seolah-olah, memori tentang orang itu muncul kembali dan menyadarkan dirinya. "Sudah aku bilang dari dulu bahwa pria itu tidak baik untukmu!" ucap Dong-hoon. "Dong-Hoon, bogoshipo!" ucap Na-mi. Dong-hoon tersenyum kembali setelah mendegar kalimat itu. "Mianhae," ucap Na-mi kepada Dong-hoon. "Aku adalah Song Na-eun, bukan Song Na-mi," ucap Na-mi. "Terima kasih untuk jujur padaku hari ini," ucap Dong-hoon sambil memegang payung miliknya. Di bawah payung itu mereka bertemu. Hujan yang deras mencairkan suasana diantara mereka berdua yang selama ini dingin dan kaku. Di bawah payung itu, mereka berpelukan dan saling menyamapaikan rasa rindunya satu sama lain. Mereka berdua tidak ingin berpisah lagi. "Saranghae," ucap Dong-hoon. Song Na-eun, semoga kita selalu bisa bersama-sama sampai akhir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines