Boru Ni Raja

Boru Ni Raja

  • WpView
    LECTURAS 54
  • WpVote
    Votos 11
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, may 9, 2025
Pada tahun 1960, di salah satu desa disekitaran danau toba, di sana adat Batak masih sangatlah kental terutama tentang ANAK LAKI LAKI. Anak laki-laki bukan sekadar anak-ia adalah tiang rumah, pemegang obor marga. Ia yang akan berdiri di ujung tikar adat, mandok hata untuk orang tuanya, menjadi lambang kekuatan garis keturunan. Setiap kelahiran anak laki-laki dirayakan seolah marga diselamatkan dari kepunahan. Sedangkan anak perempuan, meski disayangi, tak punya tempat dalam garis waris nama. Mereka akan menikah dan 'keluar' dari marganya, menjadi bagian dari marga suami. Karena itu, keluarga yang tak memiliki anak laki-laki sering dianggap belum "lengkap", bahkan kurang terhormat di mata adat. Ini kisah tentang Serenauli Simbolon anak perempuan pertama yang lahir di keluarga batak. Bukan masalah besar baginya terlahir sebagai boru batak, yang jadi masalahnya ia sama sekali tidak memiliki saudara LAKI LAKI. Sering kali ia melihat opungnya merendahkan ibunya karena tidak bisa memberikan anak laki-laki. Bahkan tak jarang opungnya menyuruh sang ayah untuk menikah lagi. Meski begitu, ibunya selalu mengatakan kepadanya "Walaupun kau perempuan, kau tetap berharga" Ibunya tak pernah menghalangi anaknya untuk merahi cita cita. Walaupun banyak cibiran dari para tetangga, "Nanti ujung-ujungnya juga ke dapur. Kalau terlalu pintar, laki-laki malah takut mendekat." Hingga suatu ketika, semua impiannya ikut terkubur bersama sang ibunda yang terbujur kaku di dalam tanah. Dunianya seakan hilang, ditambah sang ayah yang menikah lagi atas permintaan keluarga. Tapi Serenauli bukan gadis lemah. Ia bertekat kabur dari kampungnya, memulai hidup baru. Jika dia sukses ia berencana akan membawa adik-adiknya. Dengan ditemani paribannya, Sada Na Arga Panjaitan. Mereka berdua berhasil kabur dari kampung dan tinggal di Kota Medan untuk memulai hidup baru. #batakpride
Todos los derechos reservados
#51
gadisdesa
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ATHANASIA[On Going]
  • Benalu [Terbit]
  • DANADYAKSA
  • Penakluk Iman & Hati ( END )
  • SALAH RASA (TAMAT)
  • ARKALYA (END)
  • ADOPT THE FUTURE
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Prince Untuk Alea

"Pada dasarnya, sesuatu yang dipaksakan akan menimbulkan luka baru." "Logikanya, gak mungkin seseorang mau jatuh ke jurang yang sama untuk kedua kalinya." Athanasia Celyn Lawalata, gadis pemberani, ceria, ramah dan perasa, pewaris tunggal dari keluarga Lawalata, yang hidup selama 16 tahun tanpa kehadiran seorang ayah, bahkan menyebut kata 'ayah' saja ia tak mampu. Kisahnya dimulai sebagai atlet silat Indonesia sekaligus kekasih dari seorang atlet silat kebanggaan Indonesia dari tahun ke tahun. Namun semuanya tak berjalan lancar ketika ia masuk di keluarga Tarawangsa, keluarga sang ayah, yang merupakan petinggi Negara. Lika liku perjalanan kehidupan ia lewati, dari kehilangan dua orang yang ia sayangi dan cintai, hingga kehadiran sosok laki-laki itu yang kembali membuat seorang Athanasia Celyn Lawalata berjuang mendapatkannya, berlandaskan dengan janji yang ia miliki. Angkasa Danu Langga, laki-laki pendiam,sulit ditebak, selalu mengesampingkan kata 'rasa' di hidupnya, dan selalu mengikutsertakan 'logika' di dalam cerita hidupnya. Sayangnya sifatnya itu mampu meruntuhkan bongkahan es yang membeku di hati Athanasia Celyn Lawalata. Perlahan ketika Langga mulai menerima kehadiran Celyn dalam hidupnya, namun karena suatu fakta, membuat Langga sangat membenci sosok Celyn. "Janji itu seperti namaku, akan abadi selamanya" ~Athanasia Celyn Lawalata. Akankah Celyn ditakdirkan untuk seorang Angkasa Danu Langga? Yuk langsung baca aja!!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido