Atalanta
"Ayah," panggilnya lantang, suara itu terhenti di udara, menggantung antara harapan dan kenyataan.
"Ayah?" jawabnya dengan kaget, seolah tidak percaya pada kata yang baru saja didengarnya. Matanya melebar, mencari jawaban di setiap sudut ruang.
"Iya, dia ayah aku," jawabnya tegas, Kata-kata itu seperti melepaskan sebuah beban, seperti menyadari sesuatu yang selama ini terpendam. Sederhana, tapi penuh makna. Ayah-untuk pertama kalinya, dia bisa mengucapkannya tanpa keraguan.