Milikku diatas kertas

Milikku diatas kertas

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 30, 2025
Tidak ada cinta dalam pernikahan ini. Anna hanya ingin bertahan hidup. Masa lalu yang kelam, trauma yang tak kunjung sembuh, dan tidur yang tak pernah benar-benar tenang karena mimpi buruk-semuanya membuatnya cukup tahu bahwa hidup tak akan pernah mudah. Dirga hanya ingin menyelesaikan satu urusan. Sebagai CEO muda yang dingin dan ditakuti, pernikahan bukanlah sesuatu yang ia anggap penting-apalagi jika itu hanya demi melindungi reputasi perusahaan. Mereka dipertemukan dalam sebuah ikatan kontrak. Dingin. Canggung. Jauh dari kata romantis. Namun siapa sangka, rumah yang senyap itu perlahan mulai menyimpan sesuatu yang lebih dari sekadar perjanjian. Rahasia demi rahasia terungkap, luka lama menganga, dan tanpa mereka sadari... mereka mulai saling menyentuh luka satu sama lain. Karena kadang, cinta tak lahir dari tawa dan bunga. Kadang, cinta justru tumbuh di antara kehancuran.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Blooming Lady [completed]
  • Debt of Desire (END)
  • Dibalik JAS & DEBU
  • Sebelum Kau Mengetuk
  • Istri Pengganti Jadi Kesayangan (TAMAT)
  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride
  • Hello Belinda
  • Dunia Alana

"Katakan padaku bagaimana caranya berhenti mencintai seseorang yang bahkan tak pernah mencoba mencintaimu kembali?" Liana tak pernah bermimpi menjadi istri dari lelaki yang menatapnya seperti beban. Ia hanya gadis biasa, yang jatuh terlalu dalam pada laki-laki yang patah dan tak ingin diperbaiki. Pernikahan mereka tak dibangun dari cinta, tapi dari kesunyian yang tak diucapkan, dari janji-janji yang tak pernah dibuat, dan di dalam rahimnya, tumbuh seorang anak yang mungkin tak pernah dirindukan ayahnya. Di balik keheningan rumah yang dingin, di antara senyum pura-pura dan malam tanpa pelukan, Liana menulis surat-surat untuk anaknya. Ia tahu, dunia tak akan memberinya bahu untuk bersandar tapi ia ingin sang anak lahir dari seorang ibu yang pernah mencintai sepenuh hidup, meski dicintai tak pernah jadi bagiannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines