Laut Hati

Laut Hati

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Wed, Jan 14, 2026
"Aku mencintaimu bagaikan laut mencintai pantai" _Farhan Muhammad_ "Izinkan aku mencintaimu di bawah sinar rembulan dengan ombak yang membisikkan kebahagiaan" _Fauzana Aqilah Az-Zahra_ 🌹🌹🌹🌹 Cinta itu tak harus memiliki, terkadang hadirnya hanya sebuah hiasan untuk hati yang sepi. Cinta juga tak selalu harus bersama, terkadang ia hanya memberikan sedikit kehangatan pada hati yang mati. Mengejarnya bukanlah sebuah solusi melainkan hanya ilusi yang menghantui. Cinta terkadang mengajarkan untuk ikhlas menerima setiap takdir, meskipun tak sama dengan yang kita pikir. Lalu, bagaimana caranya kita bisa mengolah rasa agar menjadikannya tetap indah? Bahasa cinta bukan hanya yang terucap melalui kata, namun juga diam yang menyimpan segalanya. Bagaikan Laut yang mengajarkan kita untuk tetap tenang meski menyimpan gelombang,untuk diam meski dihujani badai, untuk tetap memberi meski tak pernah diminta kembali. Ia hadir, luas dan dalam-seperti hati yang tahu caranya mencinta tanpa suara. Seperti ombak yang menyentuh pantai, meski ia tahu, peluknya akan kembali hampa. Lalu bagaimana dengan nasib Aqilah? Perempuan yang mencintai secara diam-diam, dan menaruh harap dalam sunyi. Cintanya bukan yang menggema di seluruh bumi, namun mengakar dalam hati. Apakah takdir akan berpihak pada hati yang memilih setia, meski tanpa diminta?
All Rights Reserved
#23
hatiyangterluka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • If It's You
  • Satu Nama dalam Sujud
  • Dia dan Doa
  • THE SECRET LOVE
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Skenario Allah✔[End]
  • IKHLAS (Lengkap Versi Wattpad)
  • Kita dan Sang Pencipta
  • Berlabuh di Takdir-Nya
  • Terlanjur Mencintai || SUDAH TAMAT

Tak semua cinta harus dimiliki. Tak semua harap harus terpenuhi. Dan tak semua luka harus hilang untuk bisa bahagia. Nadhira mencintai Izzan dalam diam, sejak masa putih abu-abu. Cinta yang tumbuh tanpa suara, namun berdetak dalam tiap helaan napasnya. Hingga waktu dan takdir membawanya pada kenyataan: Izzan menikah, bukan dengannya. Dunia Nadhira runtuh, namun ia memilih untuk tetap berdiri. Perjalanan panjang menuju penerimaan, membuat Nadhira belajar bahwa ikhlas bukan berarti tak pernah menangis. Tapi tentang berdamai dengan diri sendiri, tentang menata hati meski tak ada pelukan yang menenangkan. Ia mulai menulis, mengajar, dan membangun ruang aman bagi banyak jiwa muda-sembari pelan-pelan menyembuhkan dirinya. Ini adalah kisah tentang cinta yang tidak berakhir dengan "memiliki", tapi dengan "menerima". Tentang seorang perempuan yang tak lagi menunggu bahagia dari seseorang, tapi menciptakan bahagianya sendiri bersama Allah. Dan ketika ia benar-benar siap, cinta akan datang bukan sebagai pelengkap, tapi sebagai anugerah. Sebuah novel yang hangat, dalam, dan penuh perenungan untuk siapa saja yang pernah mencintai diam-diam-dan sedang belajar merelakan dengan tenang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines