Sampai Jadi Debu

Sampai Jadi Debu

  • WpView
    Reads 3,485
  • WpVote
    Votes 166
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 25, 2025
WpInfo
Fiction
Social Themes
Family Life
Growth and Self-Discovery
Illness
Di antara napas yang terengah dan detak jantung yang rapuh, Elandra Wirajaya hidup dalam dunia yang tak pernah sepenuhnya ia pahami-sebuah dunia yang memberinya waktu terbatas dan kenangan yang tak pernah cukup. Sejak kecil, Ela hidup berdampingan dengan sunyi: ruang rumah sakit, alat bantu napas, dan tatapan cemas sang ayah, Alvaro Wirajaya, seorang dokter bedah yang menjadi satu-satunya tempat pulang. Tanpa ibu, tanpa sekolah, tanpa permainan, Ela belajar bahwa hidup tak selalu memberi keadilan. Tapi di balik keheningan itu, tumbuh sebuah keberanian kecil-keberanian untuk bertahan, untuk menunggu pagi, dan untuk mencintai meski dunia terasa sempit. Ini bukan kisah tentang keajaiban yang datang tiba-tiba. Ini kisah tentang seorang anak laki-laki yang ingin hidup, bukan karena ia ingin menjadi sesuatu, tapi karena ia ingin tetap ada-untuk ayahnya, untuk hari esok, untuk semua detik yang tak ingin ia lepaskan. Sebuah cerita tentang kehilangan, harapan, dan kasih sayang yang tak pernah lekang... bahkan sampai jadi debu.
All Rights Reserved
#817
jantung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Strong Boy (End)
  • I'm Okay
  • ILY Alfarel [Terbit]
  • It's So Hurtful [END]
  • DIA ANEH
  • Bukan Denyut Terakhir, kan?
  • Dalam Diam | Hiatus
  • ℤ𝔸𝕐ℕ
  • Untuk Arjuna[✓]

Deskripsi Cerita: Laras - seorang ibu usia 48 tshun harus merawat anaknya arkan pratama wijaya yang di usia 13 tahun divonis mengidap Pulmonary Hypertension - penyakit langka yang perlahan mencuri kehidupannya. Sejak saat itu, dunia Laras berubah. Rumah kecil mereka bukan lagi sekadar tempat tinggal, melainkan ruang perjuangan - ruang doa, ruang tangis, ruang harapan... dan sering kali ruang perpisahan yang ditunda oleh cinta seorang ibu. Arkan tumbuh menjadi pemuda 20 tahun yang sabar, pengertian, dan penyayang meski tubuhnya semakin lemah. Hidupnya berteman dengan alat nebulizer, oksigen portable, obat-obatan pahit, dan terapi yang tak pernah usai. Bagi Laras, Arkan bukan hanya anak - dia adalah alasan napasnya. Tidak ada hari tanpa doa, tidak ada malam tanpa tangis lirih, memohon pada Tuhan untuk diberi waktu lebih lama bersama anaknya. Namun hidup adalah tentang menerima - tentang melepaskan di waktu yang paling tidak diinginkan. Cerita ini bukan hanya tentang sakitnya kehilangan, tapi juga tentang perjuangan, ketulusan cinta seorang ibu, dan bagaimana Laras bangkit dari keterpurukan... menjalani hari-harinya tanpa Arkan, namun selalu hidup dalam kenangan dan doanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines