Pasal-Pasal Yang Terlupakan

Pasal-Pasal Yang Terlupakan

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Wed, Apr 30, 2025
"Gugatan Mistis atas Kewarasan Zaman" Buku ini adalah sebuah "persidangan batin" terhadap dunia modern yang kehilangan kepekaan: hukum kehilangan rasa, cinta kehilangan makna, Tuhan kehilangan tempat, dan manusia kehilangan diri. Puisi-puisi di dalamnya menjelma sebagai pasal-pasal dari kitab sunyi yang tidak pernah dicetak-hanya dirasakan, dilangitkan, atau dibatinkan.
All Rights Reserved
#2
cintailahi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • PITALOKA | Sekala Ruang Renjana
  • GARBHAPATI
  • CHARTREUSE
  • Lintang Di Langit Majapahit [END]
  • Sasmita Nivriti
  • love's poetry

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines