Senja Tanpa Senyum [END]

Senja Tanpa Senyum [END]

  • WpView
    Reads 847
  • WpVote
    Votes 99
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadComplete Sat, Aug 9, 2025
Erika selalu tersenyum. Di kelas, di antara sahabat, di hadapan dunia. Namun tak ada yang tahu, di balik senyumnya tersimpan luka yang terus bertambah, sampai tubuhnya tak sanggup menanggungnya lagi. Ketika cinta dan persahabatan saling beradu, rahasia yang selama ini terkunci rapat akhirnya terbuka. Tapi tak semua kisah berakhir dengan bahagia. Karena terkadang, kebenaran datang... saat semuanya sudah terlambat. ⚠ Dilarang plagiat! ⚠ Tidak plagiat sama sekali! Ini benar dari karangan saya sendiri
All Rights Reserved
#224
tersiksa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIDDEN I (The End)
  • Without You (Terbit) || COMPLETE ✅
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Nadira Rachelia
  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️
  • JUNGKIR BALIK DUNIA ANDARA
  • LUKA✔
  • Aruna Dan Rahasianya [Telah Terbit]

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

More details
WpActionLinkContent Guidelines