The Quiet Hallways

The Quiet Hallways

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 4, 2025
-- Penuh pertanyaan, bimbang dan ragu. Tekanan dari sekitar perlahan membentuk sebuah kepribadian. The quiet hallywas, lorong kehidupan sekolah yang tidak pernah menampakkan ujungnya. Akankah ia tetap bertahan dengan ekspresi datar itu? Dengan ia yang tak mau berharap kepada siapapun. Ataukah mencari jalan keluar dari lorong tanpa ujung yang selama ini menyiksa batinnya? * Mencerikan tentang seorang remaja yang baru saja mengenal kehidupan, yang belum mengerti dirinya sendiri. Sikap baiknya tidak berpengaruh, pada akhirnya tanpa sadar ia tetap menghancurkan orang-orang disekitarnya. Semua itu ada alasannya, suaranya tak pernah didengar, gejolak batin tak lagi ia curahkan, untuk sekedar memberi ide, ia takut untuk memulai bicara. Namun diamnya tidak salah, justru ketika ia berani bicara, tandanya seseorang telah sedikit demi sedikit menyembuhkan lukanya gadis itu. __ Erena Mayca Aveline. __ Author masih awal banget. tapi cerita ini tidak menolak krisar, dan mohon jangan memaklumi kesalahan author ini hanya karena author masih pemula. Karena author yang sebenarnya tidak menganggap kesalahan adalah hal yang wajar saat masih belajar, melainkan berusaha bagaimana cara belajar agar bisa lebih baik dari kesalahan itu sendiri. Kalo penasaran langsung baca ya
All Rights Reserved
#17
shcool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Narasi patah hati
  • Evanescent
  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • Meneroka Jiwa
  • ALLAND
  • Aidan & Nara (END)
  • kiara's dream
  • Self Injury's(complete)✔
  • Meneroka Jiwa 2

Pernikahan yang ada di depan mata hancur berantakan dalam semalam. Mimpi, cinta, usaha dan segala hal yang selama ini ia tapaki seolah runtuh bersama dengan pengkhianatan yang ia terima. Mahika tak pernah menyangka hidupnya yang adem ayem akan mencapai titik klimaks rasa kecewa di usia dua puluh dua. Sikap optimis yang mendarah daging dalam dirinya tak lagi bersisa selepas malam itu. Tak lagi ada setitikpun cahaya yang bisa ia lihat ketika bangun di pagi hari. Cintanya selama dua tahun kandas di saat mereka harusnya tengah berbahagia. Bagaimana bisa dunia sekejam itu padanya? Narasi-narasi patah hati berkumandang nyaring sekali, menyambut kegagalan akbarnya yang mematahkan hati ; sepatah-patahnya. Mahika hancur, lebur dalam keping-keping rasa sakit yang tiada henti menikam, meluluh-lantahkan sedikit harga diri yang ia genggam. Luka itu terlalu dalam hingga ia meragu ... bertanya-tanya diantara isak tangis yang ia untai di depan Tuhan yang maha kuasa. Pasca rasa sakit ini, apakah ia akan bisa kembali jadi Mahika seperti sebelumnya? Apakah akan ada masa dimana ia percaya lagi pada cinta? Dan apakah ada di luar sana, setidaknya satu saja ... satu saja manusia yang bisa ia genggam tangannya tanpa menyakiti ataupun mengkhianati? (PERHATIAN ‼️ BEBERAPA PART DALAM CERITA INI SUDAH DI HAPUS OLEH PENULIS DAN BISA DI BACA DI KARYAKARSA. TERIMAKASIH.)

More details
WpActionLinkContent Guidelines