together we fly [KAGEHINA]

together we fly [KAGEHINA]

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 1, 2025
Hinata Shoyo dan Kageyama Tobio selalu berdiri bersama di atas lapangan, terhubung oleh lompatan dan toss yang seolah menyatu dalam satu napas. Tapi saat keduanya mulai tumbuh, impian, tekanan, dan perasaan yang tak terucap perlahan menumbuhkan jarak di antara mereka. Hinata mulai menyadari bahwa perasaannya pada Kageyama bukan hanya soal kekaguman-melainkan cinta yang tak bisa ia abaikan. Namun, tidak semua cinta bisa bertahan di tengah ambisi dan luka yang tak terlihat. Di balik spike yang kuat dan kerja sama yang tampak sempurna, ada retakan kecil yang menanti untuk runtuh. Sebuah kisah tentang cinta yang tumbuh di tengah impian besar... dan berakhir saat langit tak lagi cukup untuk menampung mereka berdua. kalo kalian suka beberapa fanfic haikyuu bisa baca cerita lainnya di akun ku yaa
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainy Night Affair
  • Sky In The Pond
  • He Smelled Like Orange's
  • Can You Stay? - Kagehina
  • Became A Antagonist Figure (Kageyama Harem)
  • 'Play Boy Bodoh!' | Oikage (SLOW UP) [COMPLETE]
  • AFFAIR
  • Chemistry ✔️
  • Sweet Relationship (Kagehina omegavers)
  • 𝐂𝐀𝐍 𝐘𝐎𝐔 𝐁𝐄 𝐌𝐈𝐍𝐄? • Kagehinaatsu

"Kau basah kuyup." suara Sasuke mengalun tenang, tapi ada sesuatu di matanya yang sulit diartikan. "Aku akan mengambilkan handuk." Saat Sasuke kembali, Hinata sudah melepaskan jubahnya, menyisakan pakaian dalam yang basah dan menempel di kulitnya. Ia tak menyadari bagaimana mata Sasuke berkilat tajam saat melihatnya seperti itu. "Terima kasih." Hinata berbisik lirih, menerima handuk dengan tangan gemetar. Sasuke diam beberapa detik sebelum akhirnya mendekat. "Kau kedinginan." Jarak di antara mereka mengecil, hawa panas dari tubuh Sasuke terasa begitu kontras dengan dinginnya hujan yang beberapa saat lalu membasahi Hinata. Tangan besar itu menyentuh pipi pualam wanita di hadapannya, menghapus tetesan air yang jatuh di sana. Hinata menahan napas. Sasuke menghiru aroma lavender yang samar tercium, mengabaikan jantungnya yang berdegup cepat. Dia berbisik lirih dengan suara parau. "Aku bisa menghangatkanmu." Dan Hinata tidak menolaknya. -:- [SasuHina Fanfiction] MichioKei

More details
WpActionLinkContent Guidelines