Langit Kita Berbeda

Langit Kita Berbeda

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 3, 2025
Sinopis : Hansa seorang anak tuhan yang teguh pada iman nya, merasa yakin akan jalan nya yang sudah lurus dan jelas. Sebelum akhirnya hal tersebut dipatahkan saat ia bertemu Inara, seorang hamba Allah berhati lembut yang buta sejak lahir. Hansa yang hari itu baru menyelesaikan Misa sore nya di gereja katedral berpapasan dengan Inara yang baru menyelesaikan sholat maghrib nya di masjid istiqlal. Pertemuan yang terus terjadi diantara keduanya, menciptakan pertemanan tak terduga yang berharga di antara kedua nya. Di balik candaan dan rasa ingin mengenal akan masing masing agama, tumbuh benih cinta yang tak pernah mereka rencanakan. Perbedaan keyakinan menjadi dinding tinggi yang tak bisa mereka lompati begitu saja Saat pilihan tak lagi hitam putih, dan hati tak bisa membohongi rasa, Hansa dan Inara harus memutuskan: apakah cinta harus dimenangkan... atau justru dilepaskan? Q.S Al Qafirun (6) : " untukmu agama mu dan untukku agama ku " Ayat 2 Korintus 6:14-15 : " jangan ambil dia dari tuhan nya "
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines