Shadow Of Sin (07L)

Shadow Of Sin (07L)

  • WpView
    Reads 2,918
  • WpVote
    Votes 1,452
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 13, 2025
"Berapa harga yang pantas dibayarkan untuk menebus dosa?" Sepuluh orang gadis remaja bangun di dalam sebuah bangunan tua yang terkunci dari segala arah, tanpa tau bagaimana mereka bisa sampai di sana. Satu-satunya jalan keluar adalah mengikuti berbagai petunjuk mematikan. dimana setiap keputusan harus dibayar dengan darah, dan setiap kesalahan berarti kematian. Dalam Realitas ini, melarikan diri mungkin lebih berbahaya daripada bertahan.
All Rights Reserved
#22
elinjkt48
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING )
  • LARUNG
  • Rumah Kita-Aralie.
  • Silent Scars | Orine
  • RESONANCE | (JKT48 Gen 12)
  • Numpang Pulang

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

More details
WpActionLinkContent Guidelines