Surat Tanpa Nama

Surat Tanpa Nama

  • WpView
    Reads 146
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Mon, May 5, 2025
Asyafa Nur Azizah, seorang gadis 16 tahun yang ceria namun pendiam, pindah ke Jakarta dan memulai lembaran baru di SMA Nusa Bangsa. Awalnya, kehidupan barunya berjalan biasa-beradaptasi dengan sekolah baru, mengenal teman-teman baru, dan membangun rutinitas. Namun, semuanya berubah ketika Syafa mulai menerima surat-surat misterius tanpa nama. Surat itu ditulis dengan kata-kata manis dan perhatian yang dalam, seolah penulisnya mengenal Syafa lebih dari sekadar teman sekelas. Rasa penasaran perlahan tumbuh menjadi debar tak biasa di hati Syafa. Bersama sahabat barunya, Wulan, ia mencoba mencari tahu siapa sosok pengirim surat tersebut. Satu per satu teman laki-laki di kelasnya mulai menjadi teka-teki-ada yang perhatian, ada yang diam-diam mengamati, dan ada pula yang pura-pura tak peduli. Dalam perjalanan mencari siapa sosok "diam-diam mencintai"-nya itu, Syafa tak hanya menemukan sisi lain dari orang-orang di sekitarnya, tapi juga menemukan dirinya sendiri-apa yang membuatnya bahagia, apa yang membuatnya nyaman, dan apa arti cinta yang tumbuh perlahan, dalam keheningan.
All Rights Reserved
#588
romanca
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Kota Tempat Kamu Berada
  • ASA: Semesta Itu Bukan Milik Kita
  • INSECURE (On Going)
  • Lingga [SELESAI]
  • Asya Amarra [ By astar1913 ]
  • Skenario Allah✔[End]
  • GISTARA (TERBIT)
  • Nilasagara'h
  • Cermin yang Retak tak Ingin di Benci

Hidup Arga, siswa SMA di kota kecil Magelang, berjalan biasa saja-hingga kedatangan Kirana, gadis dari Jakarta yang tiba-tiba pindah ke sekolahnya. Tinggal di rumah pamannya untuk sementara, Kirana membawa suasana baru: berani, mandiri, dan penuh rahasia. Awalnya Arga merasa risih, tapi perlahan-lahan kehangatan Kirana menyusup ke hari-harinya yang tenang. Ketika liburan usai, Kirana harus kembali ke Jakarta. Tanpa pesan, tanpa janji. Yang tertinggal hanyalah kenangan-dan rasa yang belum sempat diungkapkan. Merasa hatinya tertinggal di ibu kota, Arga nekat mendaftar kuliah di Jakarta, berharap bisa bertemu Kirana lagi. Tapi kehidupan Jakarta jauh berbeda. Kirana pun bukan lagi gadis yang dulu ia kenal. Di tengah gemerlap kota, jalanan macet, kopi sachet di kos-kosan sempit, dan pertemanan yang berubah-ubah, Arga harus menemukan kembali apa arti cinta yang sebenarnya-dan apakah yang ia kejar masih layak untuk diperjuangkan. Sebuah kisah tentang jarak antar kota, perubahan waktu, dan cinta yang diuji oleh realita.

More details
WpActionLinkContent Guidelines