Langit yang Tak Bisa Kita Sentuh

Langit yang Tak Bisa Kita Sentuh

  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 6, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Sinopsis Di balik jendela kereta yang berderak pelan menuju utara, seorang pelancong dari Bandung tanpa rencana menemukan sesuatu yang tak tertulis di peta; tatapan sepasang mata yang menyimpan ribuan kata yang tak bisa diucapkan. Gadis itu hadir seperti senja yang hanya bisa dilihat, tak pernah disentuh. Ia berasal dari tanah yang sunyi, di mana kata "rindu" hanya boleh disimpan diam-diam, dan cinta tumbuh tanpa suara. Sementara dunia di luar terus berlari, mereka belajar berjalan dalam senyap, melintasi batas bahasa, negara, dan luka masa lalu. Namun, di negeri yang segala sesuatunya diawasi, dapatkah hati yang saling terpaut benar-benar menemukan rumahnya? Sebuah kisah tentang keberanian mencintai dalam ketidakmungkinan, tentang langit yang terlalu jauh untuk diraih, tapi terlalu indah untuk diabaikan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Keheningan
  • SHATTERED ILLUSIONS (TAMAT)
  • Catatan Lintasan Pluto
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Bandung dan Semua Yang Tertinggal [TAMAT]
  • Senja di Bandung
  • Cinta Di Antara Dua Dunia
  • [TAMAT] Hujan Dua Arah: The Rain Goes Two

Hujan turun tanpa henti, membasahi setiap sudut kota yang kelabu. Di antara orang-orang yang terburu-buru mencari tempat berteduh, satu gadis berdiri sendiri di tepi jalan. Basah kuyup, tubuhnya gemetar, tapi tatapannya tetap lurus ke depan. Ia melangkah perlahan, tanpa tahu... lampu lalu lintas telah berubah hijau. Dari balik kaca toko roti kecil, seorang pria melihatnya. Tanpa pikir panjang, ia menerobos keluar, menerjang hujan, dan menariknya mundur sebelum suara klakson menyayat udara. "Ya Ampun, kalau mau nyebrang lihat sekeliling dulu, dong!" Gadis itu hanya terdiam. Matanya menatap kosong, tidak takut... hanya asing. Kemudian ia mengangkat tangan, dan dengan gerakan sederhana yang nyaris tak terlihat, ia berkata tanpa suara: Aku tidak bisa mendengar. Saat itu, waktu seakan berhenti. Di bawah hujan yang deras, dua orang yang tumbuh di dunia yang berbeda-saling bersentuhan untuk pertama kalinya. Bukan dengan suara, tapi dengan rasa. "Dunia kami mungkin berbeda, namun dalam keheningan dan kebisingan itu, kami menemukan cara untuk saling merasakan dan mengerti." - Rakasha.

More details
WpActionLinkContent Guidelines