Voices in the Grass

Voices in the Grass

  • WpView
    Reads 9,918
  • WpVote
    Votes 802
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2026
"Ada kebenaran yang hanya muncul saat keheningan pecah oleh suara gol di menit akhir." Ini bukan tentang kemenangan. Bukan pula tentang trofi, sorakan, atau statistik. Ini adalah tentang anak-anak yang belajar menantang dunia, bukan dengan retorika atau logika... tapi dengan bola di kaki mereka, dan luka di dada yang tak pernah mereka tunjukkan pada siapa pun. Naruto Uzumaki tidak kembali untuk menebus masa lalu. Ia kembali untuk memahami satu hal yang selama ini mengganggunya-apakah arti dari sebuah tempat yang disebut 'rumah'? Sobu bukan tim yang dilahirkan untuk menang. Mereka hanya anak-anak SMA dengan beban, kegagalan, dan harapan yang terlalu rapuh untuk disebut ambisi. Tapi kadang, justru mereka yang paling tidak siaplah yang sanggup merobek langit. Sebab sepak bola, pada akhirnya, bukan hanya permainan kaki dan strategi. Ia adalah panggung kecil tempat manusia mempertanyakan: "Seberapa jauh aku akan berlari... untuk sesuatu yang mungkin tak pernah ku menangkan?" --- Naruto and Oregairu Crossover Both are not mine!
All Rights Reserved
#1
tokyo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naruto : See The Future
  • the Obbsesion uchiha
  • My Love Manager [M.Atsumu]
  • Naruto : Destiny Of Hokage [Discontinued]
  • In Silence, I Loved You
  • (TAMAT) HELLO MR. RIGHT - SASUFEMNARU
  • Kaulah nafas hidupku✔
  • Kita Bukan Satu Dunia [BORUTO X OC
  • Naruto : Uchiha Legendary Lineage
  • The Fallen Stars || BNHA x fem!OC

Update Di Usahakan Setiap Hari "Tuan Hokage! Maksudmu, perjalanan waktu?" Minato menatap lelaki tua itu dengan heran di matanya yang berbinar, membuat Jiraiya kecewa. "Aku lupa betapa nerd anak ini." "Itulah satu-satunya penjelasan yang bisa saya berikan kepada Anda saat ini, dengan apa yang telah dijelaskan oleh shinobi, dia dipindahkan ke sini menjelang akhir Perang Ninja Besar Keempat." Tsunade memucat, "F-keempat? Kita masih di urutan ketiga!" Hiruzen bersenandung mengakui, "Saya tahu ini sulit untuk dipahami, itulah sebabnya saya memanggil shinobi yang bersangkutan untuk maju." "Kau boleh masuk, Naruto." Pintu ruang bawah tanah terbuka dan masih memar dan babak belur remaja pirang melenggang ke dalam ruangan. Mata safir mengamati ruangan, emosi menari-nari di sekitar bola saat dia melihat penghuni ruangan. Dia mengenakan jubah rumah sakit putih, satu lengannya tertiup angin kecil yang dipancarkan dari ventilasi di atas kepala, "Hei, Nak." Naruto menatap Tsunade, "Nenek Tsunade!" Dia berseri-seri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines