Premaning sukma: Wewening ati

Premaning sukma: Wewening ati

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 19, 2025
"Jiwa bening mu itu... telah mengisi hidupku dengan kegundahan selama ratusan tahun lamanya." "Maaf, saya tidak mengerti maksud Raden. Jika tidak ada keperluan lain... saya pamit." Namun sebelum ia sempat melangkah, sebuah lengan kokoh menyentuh pergelangan tangannya. Sentuhan itu terasa seperti sengatan listrik-menyusup ke dalam darah, menyentak seluruh syarafnya, dan membuat tubuhnya gemetar tak berdaya. Dalam sekejap, kekuatan menghilang dari tubuhnya. "Ratusan tahun aku menunggumu, Adinda... Tidakkah kau mengingat janji yang pernah kita ikrarkan?" Itulah kalimat terakhir yang terdengar, sesaat sebelum semuanya tenggelam dalam kegelapan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja di Alas Mataram
  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • Pendekar Pedang Serayu
  • I'm More Than Just A Princess
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • MINE TO OWNED 🔞 ✅
  • AMANJIWO
  • LANGIT MAJAPAHIT
  • KENANGAN KOTA JOGJA KALA ITU [On Going]
  • [1] Takdir Putri Kecil Yang Liar

Di tengah rimbunnya hutan Wulangsih, ketika Mataram masih berupa gumelaring negari yang tengah menata diri, hiduplah seorang bangsawan muda bernama Raden Mas Arya Wiraatmaja. Dikenal sebagai pemimpin yang adil dan berani, ia menyimpan kehampaan yang tak mampu ditambal kekuasaan: kerinduan akan belahan jiwa sejati. Hadirnya Dyah Raras Wening, gadis cerdas dari keluarga bangsawan adat, mengubah segala hal. Bukan hanya hidup Arya yang bergejolak, tapi juga kedamaian Alas Mataram yang perlahan terancam oleh fitnah, intrik politik, dan pengkhianatan dari dalam darah biru sendiri. Ini bukan sekadar kisah cinta. Ini tentang kesetiaan, keteguhan, dan keberanian dua manusia mempertahankan yang benar meski badai datang bertubi-tubi. Sebuah roman epik dalam latar sejarah fiktif Mataram Hindu-peralihan, dibingkai dengan bahasa indah, kehangatan rumah, dan cinta yang tumbuh dari rasa hormat, bukan hanya hasrat. 18/11/2025 -🏅#1 Mataram 28/11/2025 -🏅#1 Mataram

More details
WpActionLinkContent Guidelines