⛔️DILARANG MELAKUKAN PLAGIAT CERITA DALAM BENTUK APAPUN⛔️
Ruang operasi seharusnya menjadi tempat yang paling hening dan penuh konsentrasi. Namun, bagi tim bedah di Rumah Sakit Pusat, ruangan itu tak ubahnya medan laga setiap kali dr. Rui, Sp.An-TI dan dr. Lei, Sp.BS berada dalam satu sif yang sama.
Rui adalah seorang spesialis anestesi bertubuh mungil dengan ketelitian yang tajam, sementara Lei adalah raksasa bedah saraf yang arogan dengan presisi tangan yang dingin. Perdebatan mereka adalah makanan sehari-hari-mulai dari masalah dosis fentanyl hingga kecepatan sayatan. Ejekan Lei tentang postur Rui yang kecil dibalas dengan sinisme Rui tentang ego Lei yang setinggi langit.
Puncak kekesalan Rui meledak saat Lei, sang neurosurgeon jenius, secara sepihak memintanya untuk menjadi tim tetap bedah saraf. Artinya, setiap kali Lei membuka tempurung kepala pasien dalam operasi maraton belasan jam, Rui-lah yang harus menjaga nyawa pasien itu tetap stabil di ambang maut.
Namun, di balik masker bedah dan monitor hemodinamika yang berkedip, ada sebuah rahasia yang Rui simpan rapat-rapat. Sebuah alasan tragis yang membuatnya memilih menjadi "penjaga gerbang tidur" alih-alih memegang pisau bedah sendiri.
Saat alasan itu terungkap, Lei sang penguasa meja operasi mendadak bungkam. Sosok raksasa itu mulai berubah. Ia tak lagi membantah saat Rui memintanya berhenti sejenak, dan ia tak lagi mengejek saat si pembius kecil itu memerintah.
Apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu Rui? Dan sanggupkah Lei menekan egonya demi memahami bahwa di tangan Rui-lah, ia bisa pulang dengan tangan yang tak berlumuran darah?
🔥 Kalau kamu mau support Lemon di (trakteer.id/lemoncoffeeice_) bisa mampir di bio buat kasih Lemon segelas kopi ☕️ atau sekedar camilan manis (cukup 5k aja!). Itu bermanfaat banget buat Lemon biar bisa lanjutin cerita lain yang lebih seru! 🥳
Todos os Direitos Reservados