ANGKASA
  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 20, 2026
Komando Intelijen Republik Indonesia atau KIRI mendapatkan informasi intelijen tentang rencana serangan bioterorisme di Indonesia. Informasi ini memaksa Direktur KIRI Komjen Pol (Purn.) Dirgantara Mahardika menugaskan agen terbaiknya untuk menyelidiki dan menghentikan rencana serangan bioterorisme yang bisa menyebabkan bencana nasional. Namanya Angkasa Putra Raya. Dunia intelijen hanya mengenalnya sebagai Si Anjing Gila. Tanpa wajah. Tanpa identitas. Satu hal yang pasti, ia adalah aset intelijen Indonesia terbaik dalam satu dekade terakhir. Bekerja dalam diam dan senyap seorang diri. Ia hanya akan muncul setiap kali negara berada dalam ancaman serius. Kali ini Angkasa yang dipilih untuk melakukan misi jangka panjang menyelidiki rencana serangan bioterorisme yang menurut perhitungan intelijen sudah dipersiapkan bertahun-tahun yang lalu dan dikhawatirkan akan di eksekusi dalam waktu dekat. Lintang Larasati, salah satu aset intelijen KIRI yang juga sekaligus teman masa kecil Angkasa, ditugaskan oleh Dirgantara untuk menjadi rekan Angkasa dalam misi ini meskipun mendapatkan tentangan keras dari Angkasa yang merasa Lintang belum cukup layak untuk menjadi rekannya.
All Rights Reserved
#133
intelijen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jenderal Itu Milikku (Meski Dunia Tak Tahu)
  • Petualangan Liar Nara
  • The Lost Fawn
  • Little Prince
  • Teman jadi mommy
  • Navjeevan || Niskala Kiran
  • Setelah Mama Menikah
  • MY EX-RIVAL
  • Sepupu Sekasur
  • Salah Pelet

"Jarum, Pangkat, dan Senyum yang Terlalu Berbahaya" 21+ Bimantara Aditya, perawat muda berusia 22 tahun yang baru lulus kuliah, memulai hari pertamanya bekerja di sebuah rumah sakit khusus TNI di pusat Jakarta-bangunan tua peninggalan Belanda dengan lorong panjang, lampu kuning redup, dan pasien-pasien berseragam yang terkenal kaku, galak, dan menakutkan. Dengan senyum cerianya, Bima berusaha bertahan di lingkungan yang penuh tekanan, hingga takdir mempertemukannya dengan Letnan Jenderal Thomas Situmorang, seorang perwira tinggi TNI AD berusia 41 tahun yang terkenal dingin, tegas, dan bermata tajam. Seorang duda yang menyimpan luka lama akibat pengkhianatan di masa mudanya, Thomas menutup hatinya rapat-rapat di balik disiplin dan wibawa militernya. Pertemuan pertama mereka terjadi di ruang perawatan-bukan dengan bunga atau senyum, melainkan dengan jarum suntik dan tangan gemetar. Kesalahan kecil Bima yang polos justru membuka celah di hati Thomas yang selama ini beku. Dari cek darah yang canggung, obrolan singkat yang kaku, hingga senyum Bima yang perlahan mengganggu fokus sang Letjen, kisah ini berkembang menjadi romansa yang manis, lucu, dan penuh benturan antara disiplin militer dan cinta yang tak pernah direncanakan. Sebuah kisah romantis-komedi tentang perbedaan usia, trauma masa lalu, dan keberanian untuk jatuh cinta lagi-di tempat yang tak pernah diduga.

More details
WpActionLinkContent Guidelines