Because Indigo

Because Indigo

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 2, 2025
Gara-gara aku indigo kak Hafidz terpaksa menikahi ku, aku juga tidak menyangka teriakan histeris aku habis melihat hantu seram menjadi fitnah. Hafidz. Dia lelaki baik yang pernah ada dalam hidup aku, baru pertamakali aku melihat lelaki tampan, paham agama, dan baik seperti Hafidz yang bisa menerima aku apa adanya. Jangan kalian kira aku adalah wanita yang baik, aku jahat, aku musyrik bisa melihat apa yang kalian tidak lihat, aku bukan manusia biasa. mungkin aku tergolong kaum mereka "Jin".
All Rights Reserved
#376
indigo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • THE GHOST DETEKTIVE
  • Kenapa Harus Korea?! (Hiatus)
  • Sesal Yang Terlambat
  • Surah Hafalan untuk Ustadz (TELAH TERBIT)
  • Assalamu'alaikum Kekasih Impianku [END]
  • MY HUSBAND CEO[Completed]
  • Become Your Self (SELESAI)
  • CAKA
  • Meet You

Suamiku tidak mencintaiku, saudari seayah beda ibuku ternyata seekor ular beracun, dan hidupku tidak baik-baik saja. Bahkan suami antagonis dalam sinetron murahan pun jauh lebih baik daripada suamiku yang membuatku sakit, sekarat, lalu mati. Benar-benar kurang ajar! Barangkali semesta menaruh simpati terhadapku hingga memberiku kesempatan kedua. Aku kembali ke masa sebelum terjerat pernikahan konyol dengan mertua yang sifatnya mengalahkan ibu tiri dalam serial picisan. Mengejar cinta suamiku? Humph! Mimpi! Aku tidak peduli dengan keluarga maupun suamiku. Kuputuskan meninggalkan mereka, menyepi ke pinggiran kota, dan membangun kehidupan baru yang ideal bagi orang sepertiku. Namun, memang dasar setan! Mereka masih saja mengganggu dan berharap aku akan bersedia mengorbankan kebahagiaanku demi sesuap kasih sayang semu! Sialan! Jambu! Beri aku ibu peri! Sekarang! "Mau jadi menantuku, Sayang?" Tetanggaku, seorang nenek mencurigakan yang mungkin saja penyihir, menawarkan cucunya kepadaku. Memangnya apa yang bisa kulakukan? Tentu saja menerima pernikahan tersebut! Dengan begitu mantan suami dan mantan keluarga yang berengsek itu takkan bisa menyentuhku. Jenius! "Sayang, yuhuuuuu! Aku datang!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines