Story cover for Separuh Jiwa by Neradara
Separuh Jiwa
  • WpView
    LECTURAS 6,553
  • WpVote
    Votos 871
  • WpPart
    Partes 9
  • WpView
    LECTURAS 6,553
  • WpVote
    Votos 871
  • WpPart
    Partes 9
Continúa, Has publicado may 02, 2025
Ai sebenarnya tidak pernah berharap akan mendapat jodoh di rumah sakit. Sebab meski memang dokter-dokter di sini tampan dan pintar, hanya segelintir yang masih lajang dan berusia tidak jauh dari Ai. Namun Ai tidak menyangka jika bekerja di rumah sakit malah membuatnya memiliki musuh baru.

Emir Najandra, seorang dokter bedah anak yang manis di depan pasien, tapi pedas di depan Ai. Kesan buruk yang Ai berikan di awal pertemuan mereka membuat Emir terus mengibarkan bendera perang. Padahal Ai bekerja di rumah sakit sebagai Psikolog anak. Bukankah harusnya dia dan Emir akur? Kenapa malah jadi saling melempar peluru begini?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Separuh Jiwa a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#63dokterbedah
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Heartbeat Trauma de AnnisaCullen
7 partes Continúa
Di sebuah rumah sakit besar dengan trauma center terbaik di Jakarta, Dr. Araya Maheswari, seorang dokter bedah trauma yang dikenal tegas dan perfeksionis, bekerja keras menyelamatkan nyawa di ruang operasi. Ia selalu mengutamakan profesionalisme, mengabaikan kehidupan pribadinya, dan memastikan setiap anggota timnya bekerja dengan standar tertinggi. Di sampingnya, ada Dr. Fero Wiranata, sahabat sekaligus rekan anestesinya sejak kuliah. Mereka telah bekerja bersama selama bertahun-tahun, memahami satu sama lain lebih dari siapa pun. Fero adalah satu-satunya orang yang bisa berbicara santai dengan Araya tanpa merasa terintimidasi oleh sikap dinginnya. Hubungan mereka berjalan di antara batas profesional dan sesuatu yang lebih dalam-sesuatu yang belum pernah mereka akui. Sementara itu, di bawah bimbingan Araya, Dr. Adimas Pratama, seorang dokter bedah muda penuh ambisi, berjuang membuktikan dirinya. Ia kerap berselisih dengan Salsabila Ramadhani, seorang perawat IGD dan bedah yang sama-sama keras kepala dan tidak mau kalah. Namun, di balik perdebatan mereka, ada perasaan yang perlahan berkembang. Ketika serangkaian kecelakaan besar terjadi, tim ini harus menghadapi tekanan luar biasa. Mulai dari menangani korban tabrakan beruntun, operasi darurat di ruang gawat darurat, hingga misi penyelamatan di lokasi bencana bersama Basarnas. Saat mereka berjuang mempertahankan nyawa pasien, mereka juga harus menghadapi perasaan mereka sendiri-ketakutan, kehilangan, dan mungkin, cinta yang tak terelakkan. Di antara kesibukan dan ketegangan hidup di dunia medis, apakah mereka berani mengizinkan diri mereka untuk mencintai? Atau justru perasaan itu akan menjadi beban yang mengganggu tugas mereka?
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Heartbeat Trauma cover
Boulevard Revenge cover
Heartbeats of the ER [END] cover
In Your Hands [END✔] cover
Cakrawala cover
I Love You My Captain  cover
Love or Obsession (21+) cover
Forbidden (Letkol Teddy) cover
wiuwiu || NutHong cover

Heartbeat Trauma

7 partes Continúa

Di sebuah rumah sakit besar dengan trauma center terbaik di Jakarta, Dr. Araya Maheswari, seorang dokter bedah trauma yang dikenal tegas dan perfeksionis, bekerja keras menyelamatkan nyawa di ruang operasi. Ia selalu mengutamakan profesionalisme, mengabaikan kehidupan pribadinya, dan memastikan setiap anggota timnya bekerja dengan standar tertinggi. Di sampingnya, ada Dr. Fero Wiranata, sahabat sekaligus rekan anestesinya sejak kuliah. Mereka telah bekerja bersama selama bertahun-tahun, memahami satu sama lain lebih dari siapa pun. Fero adalah satu-satunya orang yang bisa berbicara santai dengan Araya tanpa merasa terintimidasi oleh sikap dinginnya. Hubungan mereka berjalan di antara batas profesional dan sesuatu yang lebih dalam-sesuatu yang belum pernah mereka akui. Sementara itu, di bawah bimbingan Araya, Dr. Adimas Pratama, seorang dokter bedah muda penuh ambisi, berjuang membuktikan dirinya. Ia kerap berselisih dengan Salsabila Ramadhani, seorang perawat IGD dan bedah yang sama-sama keras kepala dan tidak mau kalah. Namun, di balik perdebatan mereka, ada perasaan yang perlahan berkembang. Ketika serangkaian kecelakaan besar terjadi, tim ini harus menghadapi tekanan luar biasa. Mulai dari menangani korban tabrakan beruntun, operasi darurat di ruang gawat darurat, hingga misi penyelamatan di lokasi bencana bersama Basarnas. Saat mereka berjuang mempertahankan nyawa pasien, mereka juga harus menghadapi perasaan mereka sendiri-ketakutan, kehilangan, dan mungkin, cinta yang tak terelakkan. Di antara kesibukan dan ketegangan hidup di dunia medis, apakah mereka berani mengizinkan diri mereka untuk mencintai? Atau justru perasaan itu akan menjadi beban yang mengganggu tugas mereka?