Di sudut sebuah sekolah menengah, di mana status sosial dan penampilan menentukan segalanya, ada seorang siswi bernama Aelina. Tubuhnya mungil, wajahnya tersembunyi di balik kacamata tebal, dan gaya berpakaiannya sederhana, terlalu sederhana bagi standar remaja masa kini. Aelina dikenal sebagai "si culun", julukan yang terus melekat padanya sejak awal masuk sekolah.
Setiap hari, Aelina harus menahan cemoohan dan tawa sinis dari Reynard dan gengnya. Sekumpulan siswa populer yang merasa dunia ada dalam genggaman mereka. Mereka memperlakukannya seperti bayangan, tak bernilai dan tak berdaya. Tapi Aelina, dengan keteguhan hatinya, selalu diam dan bertahan. Ia punya mimpi ingin menjadi orang sukses, ingin mengubah hidup.
Namun segalanya berubah ketika ibunya jatuh sakit. Diagnosa dokter menyatakan penyakit yang membutuhkan pengobatan panjang dan biaya besar. Aelina panik. Gaji ayahnya tak bisa diandalkan, ia lebih memilih menenggelamkan diri dalam botol-botol minuman keras daripada mengurus keluarga. Tidak ada tabungan dan tidak ada yang diharapkan.
Dalam keputusasaan itu, Aelina nekat mendatangi orang terakhir yang seharusnya ia minta tolong. Tanpa senyum, tanpa harapan tinggi, ia hanya ingin ibunya sembuh. Reynard, dengan tatapan licik dan senyum menyeringai, menyanggupi membantu. Tapi bantuannya tak datang tanpa syarat.
"Uangnya anggap aja lunas. Tapi mulai sekarang lo jadi punya gue. Gue bebas ngapain aja sama lo kapan pun gue pengen. Lo bakal gue pake seenak gue, kayak mainan. Dan lo nggak bisa nolak."
Di antara rasa takut dan cinta pada ibunya, Aelina hanya bisa diam. Hatinya menjerit, tapi mulutnya tak mampu berkata tidak.
Dan dari sanalah segalanya bermula.
Tentang perjodohan dan juga luka.
~~~
Menikah dengan kakak kelas yang selama ini di cintainya sama sekali tidak membuat Rea bahagia. Rea pikir perjodohan itu akan membawa kebahagiaan untuknya, namun yang Rea dapat hanya luka dan luka.
Lelaki itu bernama Bevan, seseorang yang begitu di cintai oleh Rea. Bevan membenci Rea, dia terus menyalahkan Rea karena telah menghancurkan hidupnya. Bevan menyalahkan Rea karena telah menerima perjodohan itu.
Bevan tak pernah sadar, jika dirinya lah yang telah menghancurkan hidup Rea. Serpihan luka itu terus-menerus hadir dalam hidup Rea hingga perlahan membuat Rea hancur. Bevan tidak menerima Rea sebagai istrinya dan terus menjalin hubungan bersama dengan kekasihnya yang bernama Tania.
•••
"Lo tahu kan gue udah punya pacar? Gue mau lo nggak ngasih tahu ke Tania kalau lo itu istri gue."
•••
"Ternyata lo itu cewek gampangan ya."
"Buktinya nggak berhasil deketin gue sekarang lo deketin adek gue."
•••
"Btw, lo boleh juga." Bevan menatap tubuh Rea yang terbalut selimut. "Bisa lah kalau bikin om-om seneng."
•••
Di saat Rea benar-benar hancur dan mulai membenci Bevan apa mungkin Bevan akan senang? Ataukah mungkin dia akan menyesal?
Lantas, apakah pernikahan mereka tetap bertahan walaupun di ambang kehancuran?