Luka yang Bertumbuh

Luka yang Bertumbuh

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 2, 2025
"Tidak semua luka butuh darah untuk terasa. Dan tidak semua senyum berarti bahagia."Naresa datang ke kampus dengan harapan-dan pulang setiap malam dengan hati yang retak. Dunia yang dulu ia kira ramah, berubah jadi panggung bisu tempat fitnah bersenandung dan kebaikan dipelintir jadi senjata. Tapi di tengah gelap yang menggigit, ia menulis. Bukan untuk dikenang, tapi untuk bertahan.Luka yang Bertumbuh adalah narasi sunyi tentang keberanian mencintai diri, saat dunia menolak memahami. Tentang gadis yang tidak ingin sempurna-hanya ingin tetap hidup, satu hari lagi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sunyi tak terlihat
  • Aneyra -after meet you
  • Never Let You Go (Complete)
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • "Luka Dalam Senyuman: Kisah Nara"
  • Shadow That Fades
  • Rumah Yang Kuciptakan Sendiri
  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • Saat Cinta Tak Terucap

Rachel, Seorang Gadis yang tumbuh di rumah megah dan sunyi. Menurut sudut pandang orang lain, hidupnya terlihat sangat sempurna-anak dari keluarga terpandang, cerdas, berprestasi, cantik dan anggun. Namun yang tidak diketahui oleh banyak orang, dia dalam dirinya terbangun dunia penuh luka, kesepian, dan suara-suara bising yang tak bisa ia redam. Segalanya mulai berubah saat ia menemukan kedai kopi kecil di sudut kota tempatnya kemudian berkuliah. Di sana, ia bertemu Arka, barista yang lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Lewat buku pemberian Arka, karya seorang pria bernama mas titik, Rachel terjun ke dunia yang lebih gelap dari dirinya sendiri, mencoba banyak cara agar bisa memperbaikinya dari dalam. Bersama Sita, sahabat yana ia temui di awal kuliah, mereka membangun benteng kecil dari pelukan dan perasaan untuk saling menguatkan untuk sembuh. Namun hidup tak hanya tentang penyembuhan-ada juga kejatuhan. Rachel dan Sita harus menghadapi kecanduan, gangguan mental, dan perasaan yang sulit mereka pahami, bahkan dari diri sendiri. Di balik semuanya, tumbuhlah cinta yang pelan, sunyi, dan tertahan. Cinta yang tak diucapkan, tapi menjelma dalam perhatian, dalam tatapan singkat di antara percakapan tentang dunia yang menyakitkan. Ini adalah kisah tentang luka, cinta dan keberanian dari manusia yang hidup dengan realitas gelapnya. Tentang bagaimana cinta tak selalu hadir dengan kata, dan terkadang menikam secara perlaham.

More details
WpActionLinkContent Guidelines