Story cover for Luka yang Bertumbuh by asseyxz
Luka yang Bertumbuh
  • WpView
    GELESEN 13
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 3
  • WpView
    GELESEN 13
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 3
Laufend, Zuerst veröffentlicht Mai 02, 2025
Erwachseneninhalt
"Tidak semua luka butuh darah untuk terasa. Dan tidak semua senyum berarti bahagia."Naresa datang ke kampus dengan harapan-dan pulang setiap malam dengan hati yang retak. Dunia yang dulu ia kira ramah, berubah jadi panggung bisu tempat fitnah bersenandung dan kebaikan dipelintir jadi senjata. Tapi di tengah gelap yang menggigit, ia menulis. Bukan untuk dikenang, tapi untuk bertahan.Luka yang Bertumbuh adalah narasi sunyi tentang keberanian mencintai diri, saat dunia menolak memahami. Tentang gadis yang tidak ingin sempurna-hanya ingin tetap hidup, satu hari lagi.
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie Luka yang Bertumbuh zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 10
ELGITA  (TERBIT) cover
Di Antara Tawa dan Tragedi  cover
𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT] cover
REKSA: The Last Bell cover
AKU HANYA UNTUK NAURA cover
Menyerah atau Bertahan? cover
Shadow That Fades cover
Aneyra -after meet you cover
Rumah Yang Kuciptakan Sendiri cover
"Luka Dalam Senyuman: Kisah Nara" cover

ELGITA (TERBIT)

66 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"