BERANDAL KEPINCUT UKHTI

BERANDAL KEPINCUT UKHTI

  • WpView
    Reads 1,639
  • WpVote
    Votes 101
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 20, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Enemies to Lovers
Bad Boy
Highschool
Keelan El-Ghazali, manusia yang tidak suka diatur bahkan oleh Tuhan yang menciptakannya ada. Gila wanita, tawuran, mabuk-mabukan, balapan liar itulah dunianya. Berandal sekolah swasta elite yang sangat ditakuti, dialah penguasa seantero sekolah ini. Hingga siswi baru alumni pesantren nekat masuk di sekolah elite tempat Keelan. Begitu berani mengkritik dan menantangnya. Berbeda dengan cewek yang selalu menatap kagum akan tatapannya. Tapi siswi baru itu malah tidak mau disentuh, bahkan tidak pernah mau menatapnya karena menurutnya pandangan mata terhadap lawan jenis bisa mengundang keburukan. Cukup tiga detik Keelan menatap pemilik dua bola mata yang teduh itu . Perlahan-lahan menjinakkan hatinya yang tidak pernah mengenal bahasa kasih. Bisa nggak Lo natap gue lebih lama? Jangan secepat kilat nunduk! Kamu sadar nggak? Kedua bola matamu cukup membuat berandal yang gelisah seperti diriku setenang orang sembahyang. - Keelan El-Ghazali -
All Rights Reserved
#356
darklove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • RASSYA [ON GOING]
  • Dia dan Doa
  • Assalamu'alaikum Paris 2 [ End ]
  • ELANG & ELENA
  • Misi Kalisa (End)
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Pahala Surgaku✓
  • Silent ✔
  • Karena Kamu Rumahnya

Sekolah. Sekedar- ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka yang menggerogoti jiwa pelan-pelan. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines