Yang Tersisa di Kedai Ini

Yang Tersisa di Kedai Ini

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 3, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Yang Tersisa di Kedai Ini Di balik uap kopi dan suara hujan yang tak henti turun, Allan Pradipta mencoba berdamai dengan masa lalu. Tessa telah pergi, tapi kenangannya masih tinggal di setiap sudut Kedai Hujan Pagi. Hingga Theresa datang-dengan senyum yang mengingatkan, dan kehadiran yang perlahan mengusik. Ini bukan kisah cinta yang sempurna. Ini adalah cerita tentang kehilangan, kesempatan kedua, dan keberanian untuk melepaskan. Karena tak semua yang singgah, ditakdirkan untuk menetap. Tapi selalu ada yang tersisa-meski hanya kenangan. karya tulis sendiri ya!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penantian Hujan
  • asing di sekolah yang sama
  • Berbahagialah Dengan Rumah Barumu
  • my little wife
  • Lemon Tea
  • Love or Die
  • From Scars to Serenity

Disaat ribuan kenangan yang tertinggal beberapa waktu lalu, ternyata belum terkubur jauh-jauh karena mungkin ini adalah kisah cinta yang terlalu cepat. Atau sebuah permainan kematian yang harus diselesaikan sebelum tgl 13 atau sebelum bulan purnama berakhir. Disaat semuanya diselimuti rasa takut, terjebak bersama iblis di sebuah rumah tua. "Mengapa pelangi itu cepat pudar? Hilang antah berantah tak ada kabar. Kini hati rindu resah, sulit tuk mengungkap rasa. Apakah hujan akan segera membawa kembali. Hati yang memantau cinta yang menanti." "Angin telah bertiup lalu, daun-daun kering menghilang sekejap..datang sekawanan debu yang menghalau mata bara api, hingga hadirlah secercah cahaya yang membuat bunga kembali berseri." Lalu kamu bukanlah Caesar, Mark Anthony atau pun Ptolomeus yang bengis dan sadis. Namun ini adalah kisah cinta seorang jurnalis yang manis dan sinis. Pertemuan singkat antara jurnalis muda dan arkeolog muda. Kekuatan dari segalanya tak akan berguna tanpa cinta. Aku ingat itu kawan. -Hujan kali ini membawaku pada kenangan sekaligus membawa kenangan itu pergi menjauh dariku. Itulah sebabnya aku menanti hujan reda-

More details
WpActionLinkContent Guidelines