Rumah ke Rumah

Rumah ke Rumah

  • WpView
    LECTURAS 144
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadConcluida mié, may 21, 2025
Alira Keisya Maheswari lahir di tengah kehilangan, saat dunia kehilangan separuh langitnya. Ibunya meninggal tepat saat ia lahir, membuat hidupnya tak pernah benar² utuh. Ayahnya, Reinaldi Maheswara, hanya datang sekali. Alira tumbuh bersama neneknya, sosok yang menjaga nama "Maheswari" agar cucunya tak kehilangan segalanya. Tapi kasih sayang nenek tetap tak mampu mengisi ruang kosong di hati Alira. Sejak kecil, ia rindu sosok ayah yang jarang hadir Ia belajar berjalan tanpa dituntun, tumbuh menjadi gadis cerdas dan manis, namun tetap merasakan ada ruang kosong dalam dirinya (ayah). Reinaldi terlalu takut menghadapi kenyataan bahwa ia harus membesarkan anak perempuan yang wajahnya mirip dengan mendiang istrinya. Ia tak pernah mengirim kabar, bahkan tak memberi tanda bahwa ia peduli. Alira tumbuh, tapi hatinya tetap hampa. Dia menunggu ayah yang tak datang. Setiap rasa sepi datang, ia berharap ada tangan yang menggenggam, namun yang hadir hanya keheningan. Hingga suatu hari, sebuah amplop tua tiba. Surat dari ayahnya.. akhirnya sampai, meski terlambat. Di dalamnya tertulis kalimat yang mengubah segalanya: "Anakku, putriku, ratuku." Kalimat sederhana yg mampu menjawab segala pertanyaan yang selama ini digantung. Alira sadar, meski ayahnya tak sempurna, surat itu adalah bentuk cinta yang tertunda namun tulus. Ternyata, ada cinta yang tak pernah berhasil terucap. Alira belajar: beberapa luka cukup dikenali, dipeluk, lalu dilepas perlahan. Ia berhenti menunggu, bukan karena kecewa, tapi karena akhirnya mengerti. Kehilangan itu sudah cukup lama bersamanya, dan kini ia bisa berdamai. Ia memang tak punya kenangan, tapi punya nama. Nama yang penuh doa, ditulis dengan air mata, lahir dari cinta yang rumit. Nama yang menjadi kisah tentang perpisahan, ketakutan, dan keberanian untuk melangkah maju. Alira tak lagi menoleh ke belakang. Ia melangkah ke depan, membawa cahaya dari langit yang dulu pernah menghilang, tapi kini menyapanya dari kedamaian. Dan itu sudah cukup.
Todos los derechos reservados
#14
doktermiliter
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • Tentang Senja [VERSI REVISI]
  • Ketukan Takdir
  • Langit Aku Rindu Perwira ku
  • ATMA YANG HAMPA
  • Bersaing dengan Masalalu
  • Antara aku dan dunia
  • Two Hearts, One Mission
  • Irwan & Sabiya ( Tamat )
  • Rendra & Lila [END]

🚫Disclaimer‼️ pure fiksi, tolong bijak dalam membaca, apa yang ada di cerita hanya kembali di cerita tanpa melibatkan kehidupan nyata. ----------------------------------------------------------------------- Jika aku telah di pertemukan oleh takdir terbaik-Mu jadikanlah hati ini menyukai takdir itu. Tanpa mempertanyakan 'mengapa?' kepada engkau. Aku ingin tersenyum dalam deraian air mata. Mempersilahkan hatiku dan berkata kepada ruh dan jasad ku "InshaAllah ini adalah episode bahagia di hidupmu drey" Dan dalam kemungkinan tersebut sebagai seseorang yang pernah mencintai dengan hebat. Izinkan aku dicintai lebih hebat lagi yang hadir satu persatu disetiap harinya. Sepanjang putaran bumi sampai ke surga. -Audrey Natashia Djojohadikusumo Aku yakin bukan hanya aku yang tepersona akan keindahan mu yang selalu meneduhkan kalbu kala tak sengaja dua bola mata melihat segala tingkah laku mu... Sebegitu mudah dirimu membuat aku tergila-gila hingga meminta dan merayu Tuhan untuk terus menjaga raga serta rupa seorang wanita yang begitu ku damba dalam waktu yang lama. Aku yakin banyak manusia yang kagum akan pesona mu yang selalu membawa aura positif dalam hari-hari yang sukar untuk ditebak, aku juga termasuk kedalam orang-orang yang mengagumi mu dengan menahan berat jutaan rindu saat mata kita tak dapat bertemu dan hanya doa yang menjembatani kata yang tak pernah kamu dengar secara langsung ketika aku terus bercerita tentang dirimu pada Tuhan yang maha cinta. Memang aku terlihat meromantisasi semua tentang mu dengan penuh kata cinta tanpa ada duka lara sehingga dunia hanya tau bahwa kamu selalu sempurna dalam pandangan ku. -Teddy Indra Wijaya

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido