Rumah ke Rumah

Rumah ke Rumah

  • WpView
    Reads 179
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Wed, May 21, 2025
Alira Keisya Maheswari lahir di tengah kehilangan, saat dunia kehilangan separuh langitnya. Ibunya meninggal tepat saat ia lahir, membuat hidupnya tak pernah benar² utuh. Ayahnya, Reinaldi Maheswara, hanya datang sekali. Alira tumbuh bersama neneknya, sosok yang menjaga nama "Maheswari" agar cucunya tak kehilangan segalanya. Tapi kasih sayang nenek tetap tak mampu mengisi ruang kosong di hati Alira. Sejak kecil, ia rindu sosok ayah yang jarang hadir Ia belajar berjalan tanpa dituntun, tumbuh menjadi gadis cerdas dan manis, namun tetap merasakan ada ruang kosong dalam dirinya (ayah). Reinaldi terlalu takut menghadapi kenyataan bahwa ia harus membesarkan anak perempuan yang wajahnya mirip dengan mendiang istrinya. Ia tak pernah mengirim kabar, bahkan tak memberi tanda bahwa ia peduli. Alira tumbuh, tapi hatinya tetap hampa. Dia menunggu ayah yang tak datang. Setiap rasa sepi datang, ia berharap ada tangan yang menggenggam, namun yang hadir hanya keheningan. Hingga suatu hari, sebuah amplop tua tiba. Surat dari ayahnya.. akhirnya sampai, meski terlambat. Di dalamnya tertulis kalimat yang mengubah segalanya: "Anakku, putriku, ratuku." Kalimat sederhana yg mampu menjawab segala pertanyaan yang selama ini digantung. Alira sadar, meski ayahnya tak sempurna, surat itu adalah bentuk cinta yang tertunda namun tulus. Ternyata, ada cinta yang tak pernah berhasil terucap. Alira belajar: beberapa luka cukup dikenali, dipeluk, lalu dilepas perlahan. Ia berhenti menunggu, bukan karena kecewa, tapi karena akhirnya mengerti. Kehilangan itu sudah cukup lama bersamanya, dan kini ia bisa berdamai. Ia memang tak punya kenangan, tapi punya nama. Nama yang penuh doa, ditulis dengan air mata, lahir dari cinta yang rumit. Nama yang menjadi kisah tentang perpisahan, ketakutan, dan keberanian untuk melangkah maju. Alira tak lagi menoleh ke belakang. Ia melangkah ke depan, membawa cahaya dari langit yang dulu pernah menghilang, tapi kini menyapanya dari kedamaian. Dan itu sudah cukup.
All Rights Reserved
#117
military
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rendra & Lila [END]
  • KALANA
  • Aliana {On Going}
  • Rasa Dalam Sujudku
  • Stetoskop Cinta
  • Langit Aku Rindu Perwira ku
  • ATMA YANG HAMPA
  • Bersaing dengan Masalalu
  • Antara aku dan dunia

Ganti judul dari Cinta Tanpa Jarak -Rendra Atha Pratama Dijodohkan? Itu bukan keinginanku. Apalagi, mengingat akan masa laluku yang kelam. -Lila Avanda Kristanto Dijodohkan? Itu bukan keinginanku. Apalagi, mengingat akan usiaku yang masih sangat belia. Apa jadinya jika kedua pasangan sama konvensi ini saling terikat oleh tali perjodohan karena orang tua mereka. Dan, apa jadinya jika kedua pasangan ini saling terpaut hati saat pertama kali mereka bertatap muka. Memiliki banyak kesamaan akan kegemaran dan kecenderungan justru mempermudah mereka untuk mengundang ketertarikan. Awal kisah pernikahan mereka baik-baik saja. Sampai akhirnya, karena alasan tertentu Lila berucap untuk pergi meninggalkan Rendra. "Jadi semuanya kamu anggap apa selama ini?" sedikit berteriak. "Nggak. Kamu nggak boleh pergi!" Tersentak. "Kenapa? Mas, tolong ngertiin aku, Mas!" Lila tak dapat membendung air matanya. "Dari dulu aku ngertiin kamu, La tapi kamu nggak pernah ngertiin aku," terang Rendra. Dari sinilah takdir berperan. Berhasilkah Lila pergi mewujudkan keinginannya itu? Atau berhasilkah Rendra mencegahnya? Langsung tekan tombol Baca diatas... #Ini karangan cerita hasil pemikiran author sendiri, ya! Jika ada persamaan tokoh dan kejadian, itu hanyalah suatu ketidaksengajaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines