We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Sweet Enemy

Sweet Enemy

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 27, 2025
WpInfo
Fanfic
Seventeen
Dira: Dulu aku pikir, cukup jadi kuat sendiri. Cukup kopi pahit dan halaman-halaman manga yang selalu memberiku akhir bahagia. Tapi kemudian dia datang-dengan tawa hangat, pertanyaan-pertanyaan bodoh, dan keyakinan bahwa luka itu gak harus disembunyikan selamanya. Arga: Dia dingin, sulit didekati, dan selalu pura-pura gak butuh siapa pun. Tapi dari caranya bilang kopi pahit itu jujur, dan manga itu pelarian, gue tau: dia cuma belum nemu tempat pulang yang aman. Dan gue gak akan berhenti sampai Dira sadar, rumah itu... bisa gue.
All Rights Reserved
#474
arga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua cangkir satu Meja
  • MELAWAN RESTU | MARK LEE✔
  • LOVE for the MAKNAE
  • Chronophile [END]
  • Di Antara Lara Dan Anuraga
  • Aksa Amerta
  • Jung Son's Journey ✔️
  • Na Jaemin : Crazy Rich Jaemin [Completed]

Dua cangkir di satu meja. Salah satunya kopi hitam yang mulai dingin, satunya lagi teh hangat yang baru diseduh. Sama seperti mereka-dua orang yang dulu satu keluarga, kini seperti orang asing di bawah atap yang sama. Dewa sudah terbiasa hidup sendiri. Ia bisa makan mi instan kapan saja tanpa ada yang mengomentari. Bisa pulang larut tanpa ada yang menunggu. Bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Lalu datang ayahnya, yang entah sejak kapan mulai mengatur ulang dunianya. Mengajaknya makan bersama, menyeduhkan teh di pagi hari, bahkan diam-diam mengganti mi instan dengan sesuatu yang lebih bergizi. Dewa tidak mengerti-apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya? Kenapa setelah tujuh tahun pergi, kini ia kembali dan bertingkah seolah-olah segalanya masih bisa diperbaiki? Di sisi lain, ada Nira, seseorang yang selalu ada untuknya. Tapi kini, ia merasa semakin jauh. Hubungan yang dulu terasa nyaman perlahan berubah menjadi sesuatu yang penuh pertanyaan. Di antara meja makan yang dulu selalu sepi, dua cangkir yang tak pernah sama, dan sepiring mi instan yang akhirnya tak lagi dimakan sendirian, Dewa harus menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: apa arti pulang yang sebenarnya? Slow fic Sudah selesai ditulis sampai ending, sudah dipublikasikan pula semuanya. Sebab, aku tidak suka menunggu. Jadi, aku tidak akan membuatmu menunggu. 48 bab secara total. Bacalah jika menurutmu layak dibaca, tinggalkan jika menurutmu membosankan. Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga. by Tigajully 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines