SEGIT(I)EGA

SEGIT(I)EGA

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 4, 2025
Tiga sahabat sejak TK: Ega si sok ganteng dengan otak pas-pasan, Gita si bocah bawel tinggi sepergelangan tangan, dan Sean si jenius kalem yang selalu jadi penengah. Hidup mereka di SMA awalnya cuma diisi ribut tiap hari, lomba-lomba konyol, drama sekolah yang absurd, dan kelakuan norak yang bikin guru-guru geleng kepala. Tapi di balik semua kekocakan itu, pelan-pelan muncul rasa-rasa aneh yang nggak bisa dijelasin. Gita yang kelihatannya cuma cerewet, mulai nunjukin perhatian aneh ke Sean. Sean yang biasanya cuek, mulai nyimak lebih dari biasanya. Dan Ega? Dia mulai ngerasa... risih. Atau jangan-jangan... cemburu? Di antara bau tai kambing, lomba karung, pensi gagal, dan tugas sekolah yang ga kelar-kelar, cerita ini ngebawa lo ke dunia remaja yang kocak, absurd, tapi pelan-pelan nyentil hati. Karena kadang, sahabat itu bukan tentang siapa yang udah lama bareng... tapi siapa yang diam-diam lo harap nggak pernah pergi.
All Rights Reserved
#714
friendzone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • Giant Baby [COMPLETED]
  • Masa SMK ✅
  • Leona[Hiatus]
  • Three Idiot Girls  ✔
  • Teman Hidup [TAMAT]
  • My Sweet Enemy
  • A3 [AMEL AJI & ANUGERAH]✔
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines