langit tak biru lagi

langit tak biru lagi

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 9, 2026
WpInfo
Non-Fiction
Tagssedih
Aku tak pernah menyangka hidupku akan berubah dalam sekejap. Dulu aku bisa tertawa bebas, berlari, dan melihat langit biru yang luas-tapi semua itu terasa seperti mimpi yang hilang terlalu cepat. Aku masih ingat rasa panas di tubuhku, rasa sakit yang tak bisa dijelaskan, dan cahaya yang perlahan memudar dari pandanganku. Saat orang lain menangis dengan air mata, mataku hanya diam. Tak bisa menangis. Tak bisa bicara. Tak bisa menjelaskan rasa perih yang menelan semuanya. Aku adalah anggun. Gadis kecil yang harus belajar menerima kenyataan bahwa langitnya tak lagi biru. Bahwa hidupnya akan dipenuhi tetesan obat, ruang rumah sakit, dan doa-doa panjang yang menggantung di udara. Tapi di balik gelapnya hari-hari itu, aku menemukan sesuatu: kekuatan yang tak pernah kukira aku miliki. Bukan kekuatan untuk melawan sakit, tapi untuk tetap berdiri, walau tertatih. Untuk tetap bernapas, walau dada sesak oleh luka yang tak tampak. Inilah kisahku. Kisah seorang anak yang hampir kehilangan segalanya-tapi masih punya harapan. Karena meski langit tak lagi biru, aku tahu... masih ada cahaya di balik mendung.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejenak Luka
  • Semesta [TERBIT]
  • Cerita Tentang Kita
  • Perjalanan Cintaku...
  • Full Of Scratches
  • ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI (TAMAT)
  • Kau Akan Temukanku Digaris terdepan
  • CAN'T GET OVER YOU [COMPLETED]
  • psychologycal
  • Senja Yang Tak Kembali

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Naraka tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Naraka tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Naraka menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Naraka di hidup mereka. Karena Naraka cacat. Penuh cela. Naraka dibenci. Naraka disiksa. Naraka ditinggal. Naraka tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Naraka bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines