The Last Tears

The Last Tears

  • WpView
    Odsłon 2,177
  • WpVote
    Głosy 284
  • WpPart
    Części 12
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja czw., paź 16, 2025
WpInfo
Fanfikcja
"Mata Kak Oline bagus, Bun. Kenapa punya aku gak kayak punya Kak Oline?" "Kamu mau mata kayak Kak Oline juga?" "Iya! Aku mau banget!" "Kalau gitu, kamu harus jadi adik yang baik. Jaga Kak Oline, jangan pernah biarin dia kesepian, ya." ❝❝❝ "Kenapa sih, Bun? Selalu Kak Oline yang dibela. Aku ini anak Bunda atau bukan?" "Bukan gitu Sayang, Bunda-" "Semua usaha aku gak ada gunanya di mata Bunda. Bunda cuma apresiasi kemajuan Kak Oline. Bahkan nafasnya aja Bunda apresiasi! Kenapa sih-" "Jangan bicara seperti itu ke anak pertama Bunda." "Hidup Erine emang gak ada artinya buat Bunda. Erine pergi, Bun." ❝❝❝ Di sini, kisah hidupan Erine yang penuh tekanan tanpa perhatian dan kasih sayang Ibunya akan diceritakan dari awal sampai akhir. Mulai dari alasan mengapa Ibunya-Indah selalu memberikan seluruh waktu dan perhatiannya pada putri sulungnya, Oline. Serta, kenyataan pahit tentang kebenaran bahwa dirinya bukanlah bagian dari keluarga itu. Fiksi! Fanfiction. 16+
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#224
regiejkt48
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Aralie, Maafkan Aku
  • NYAMAN. (Lilynn & Orine) 48 Gen 12
  • Stranger | Orine
  • Darkness [ORINE]
  • Silent Scars | Orine
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • only he is the one i want [ lilynn ]

Tanggung jawab seorang kakak seharusnya jadi panutan-itulah yang dulu dipercayakan pada Lana, kakak pertama dari keluarga besar mereka. Tapi ketika Lana mulai lengah, abai, dan kehilangan kendali atas emosi, tanggung jawab itu berpindah ke tangan Aralie-kakak kedua yang lembut, sabar, dan dicintai semua adik mereka. Namun rasa iri, lelah, dan amarah perlahan tumbuh di hati Lana... hingga satu hari, semuanya hancur. Aralie pergi selamanya, bukan karena takdir, tapi karena kesalahan Lana sendiri. Kini, para adik mereka-Delynn, Lily, Oline, Fritzy, Erine, Regie, Nayla, Levi, Nala, Trisha, Nachia, Ribka, Intan, Auwia, Jemima, Virgi, Gia, Mikaela, Rillie, Maira, dan Ekin-tak lagi memanggil nama Lana dengan kasih. Yang tersisa hanyalah jarak... dan luka. Ini adalah kisah tentang sebuah keluarga, tentang dua kakak dengan beban yang berbeda, dan tentang bagaimana satu kesalahan bisa menghapus semua cinta yang pernah ada. "Aralie, Maafkan Aku" bukan sekadar cerita tentang kehilangan, tapi tentang beratnya menjadi kakak-dan sulitnya dimaafkan setelah semuanya terlambat. Warning⚠️ Cerita ini tidak mengandung real life ❌ Bahasa bisa baku dan non baku Maaf jika ada kesalahan dalam alur cerita🙏

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści