Story cover for The Last Tears by calmblessed
The Last Tears
  • WpView
    Leituras 1,931
  • WpVote
    Votos 276
  • WpPart
    Capítulos 12
  • WpView
    Leituras 1,931
  • WpVote
    Votos 276
  • WpPart
    Capítulos 12
Em andamento, Primeira publicação em mai 03, 2025
"Mata Kak Oline bagus, Bun. Kenapa punya aku gak kayak punya Kak Oline?"

"Kamu mau mata kayak Kak Oline juga?"

"Iya! Aku mau banget!"

"Kalau gitu, kamu harus jadi adik yang baik. Jaga Kak Oline, jangan pernah biarin dia kesepian, ya."

❝❝❝

"Kenapa sih, Bun? Selalu Kak Oline yang dibela. Aku ini anak Bunda atau bukan?"

"Bukan gitu Sayang, Bunda-"

"Semua usaha aku gak ada gunanya di mata Bunda. Bunda cuma apresiasi kemajuan Kak Oline. Bahkan nafasnya aja Bunda apresiasi! Kenapa sih-"

"Jangan bicara seperti itu ke anak pertama Bunda."

"Hidup Erine emang gak ada artinya buat Bunda. Erine pergi, Bun."

❝❝❝

Di sini, kisah hidupan Erine yang penuh tekanan tanpa perhatian dan kasih sayang Ibunya akan diceritakan dari awal sampai akhir. Mulai dari alasan mengapa Ibunya-Indah selalu memberikan seluruh waktu dan perhatiannya pada putri sulungnya, Oline. Serta, kenyataan pahit tentang kebenaran bahwa dirinya bukanlah bagian dari keluarga itu.

Fiksi!
Fanfiction.
16+
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar The Last Tears à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#175regiejkt48
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
Tentang Lionel : Cerita dari Catherina cover
After Losing You cover
teman tapi punya rasa (END)✅ cover
Silent Scars | Orine cover
Cinta yang Sesungguhnya END ( ORINE JKT48 ) cover
Darkness [ORINE] cover
Aku Tak Bisa Membencimu [ ORINE ] cover
only he is the one i want [ lilynn ] cover
RESONANCE | (JKT48 Gen 12) cover

Tentang Lionel : Cerita dari Catherina

8 capítulos Concluída

B x G Menceritakan seorang perempuan yang bernama Erine, yang diam-diam menyimpan rasa pada seorang laki-laki bernama Lionel. Ia tidak pernah punya cukup keberanian untuk mengungkapkannya secara langsung, tapi lewat tatapan, perhatian kecil, dan momen-momen diam yang ia simpan sendiri-itulah caranya mencintai. Setiap hari, Erine mencoba tampil biasa saja di depan Lionel, padahal dalam hati, ia sibuk menenangkan degup jantungnya sendiri. Ia tahu, cintanya tak seindah kisah di film ataupun novel, tapi perasaannya tulus... meski hanya bisa diam di balik senyum. Dan meski Lionel belum tahu, Erine tetap percaya... mungkin suatu hari nanti, cintanya yang diam ini akan bersuara. Dan benar saja, seiring waktu berjalan, perlahan hati Lionel pun mulai terbuka. Ia mulai menyadari bahwa Erine-dengan segala ketulusan, perhatiannya, dan diamnya yang hangat-adalah seseorang yang sejak lama mencintainya dalam diam. Namun, Lionel masih terikat oleh bayang-bayang masa lalu. Luka yang belum benar-benar sembuh membuatnya ragu untuk membuka hati sepenuhnya. Tapi di antara keraguan itu, Lionel akhirnya mengaku... bahwa ia mulai mencintai Erine, meski perlahan, meski masih tersembunyi di balik kehati-hatian. Dan di situlah cerita mereka mulai berubah-bukan dari cinta yang meledak-ledak, tapi dari dua hati yang saling belajar percaya lagi, perlahan tapi pasti.